Ringkasan Inovasi
Bumades Panca Mandala, badan usaha milik desa bersama yang menaungi lima desa di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, mendirikan Pusat Pelatihan Teknologi Informasi (IT Center) sebagai laboratorium pemberdayaan digital perdesaan. Inovasi ini bertujuan mencetak tenaga terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang siap menggerakkan pembangunan kawasan perdesaan secara mandiri [1].
IT Center menjadi tulang punggung program pelatihan jaringan internet, Pandu Digital, coding, dan Internet of Things (IoT) bagi pemuda desa. Dampak utamanya terasa nyata: 35 pemuda desa terserap sebagai karyawan, layanan internet menjangkau 23 desa di 9 kecamatan, kapasitas bandwidth mencapai 400 Mbps, dan pendapatan asli desa (PADes) dari sektor TI tumbuh signifikan [1].
Latar Belakang
Sebelum tahun 2019, kawasan lima desa di Kecamatan Jatiwaras — Mandalamekar, Mandalahurip, Kertarahayu, Ciwarak, dan Papayan — termasuk blank spot internet di wilayah perbukitan selatan Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi ini menjadikan warga desa terisolasi dari arus informasi, pasar digital, dan layanan publik berbasis teknologi [2].
Kesenjangan digital itu berdampak langsung pada perekonomian warga. Petani hanya mengandalkan tengkulak lokal untuk menjual hasil panen, sementara produk unggulan desa seperti manggis, durian, kunyit, dan lada tidak dapat menembus pasar yang lebih luas. Sumber daya manusia muda pun tidak memiliki akses terhadap keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman [1].
Di sisi lain, pemerintah pusat telah membangun infrastruktur “Tol Langit” melalui proyek Palapa Ring untuk menyambungkan konektivitas seluruh Nusantara, namun program subsidi konektivitas tersebut terbatas jangkauannya tanpa kehadiran pengelola usaha di level desa yang mampu mendistribusikan manfaatnya. Peluang ini ditangkap oleh lima desa melalui pembentukan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Panca Mandala yang mendirikan Bumades sebagai badan usaha berbadan hukum agar bisa bermitra secara profesional dengan pihak ketiga [1].
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi lahir dari refleksi mendalam Irman Meilandi dan pengurus BKAD Panca Mandala yang menyadari bahwa menyediakan akses internet saja tidak cukup — desa juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan. Maka pada 2018, Bumades Panca Mandala mendirikan unit usaha layanan internet bertajuk Desa Media Net (DeMeN) dengan semboyan internet sadulur salembur, kemudian mengembangkannya menjadi IT Center sebagai pusat pelatihan sekaligus laboratorium inovasi digital perdesaan [1].
IT Center bekerja dengan mengintegrasikan tiga fungsi sekaligus: penyediaan infrastruktur internet, pelatihan SDM teknis, dan pengembangan usaha digital. Bumades bermitra dengan ISP PT. Sarana Insan Muda Selaras untuk mendistribusikan bandwidth internet ke 23 desa di 9 kecamatan, sekaligus melatih pemuda desa menjadi teknisi jaringan, Pandu Digital bersertifikat, dan pengembang ekonomi digital melalui platform e-commerce Sayurbox untuk memasarkan hasil tani warga desa [1][2].
Proses Penerapan Inovasi
Proses pengembangan IT Center dimulai pada 2016 dengan pendirian BUMDesma Panca Mandala berdasarkan kesepakatan BKAD yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 147/Kep.390-DPMDPAKB/2018. Selanjutnya, Bumades dibentuk sebagai Perseroan Terbatas agar lebih mudah menjalin kemitraan dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah [3].
Pada pertengahan 2019, Bumades Panca Mandala mengikuti Program Kemitraan BUMDes yang difasilitasi BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program ini melibatkan tiga pihak — BAKTI Kominfo, Bumades, dan perusahaan ISP — untuk menyediakan bandwidth dari jaringan eksisting ISP terdekat menuju wilayah desa. Di fase awal, Bumades mendapat dukungan perangkat radio untuk membangun menara tower mini secara swadaya, kemudian berkembang menjadi kerja sama resmi dengan ISP [2].
Proses pembelajaran tidak selalu mulus. Pada fase awal, keterbatasan kapasitas teknis pemuda desa menjadi hambatan nyata dalam instalasi jaringan. Bumades menjawab tantangan ini dengan menyelenggarakan pelatihan jaringan internet dan K3 secara berkala, termasuk pelatihan Digitalent bersama BPSDMP Kominfo Surabaya pada September–Oktober 2022 dan Oktober 2024, sehingga karyawan semakin mampu menangani instalasi mandiri bahkan menerima permintaan jasa teknis dari luar Pulau Jawa [4][5].
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor paling menentukan keberhasilan IT Center adalah kepemimpinan Irman Meilandi yang visioner dan kemampuan BKAD Panca Mandala membangun konsensus antarkelima desa. Tanpa kesamaan visi dan kepercayaan antardesa, pengelolaan aset bersama, termasuk infrastruktur internet dan pusat pelatihan, tidak akan berjalan efektif. Kemitraan strategis dengan BAKTI Kominfo dan ISP juga memberikan fondasi teknis dan finansial yang kokoh bagi keberlangsungan operasional [1].
Faktor penentu lainnya adalah keberadaan pemuda desa yang antusias dan berdedikasi, seperti Ilman Febrian yang tumbuh dari lulusan SMK menjadi Manajer Divisi Teknologi Informasi Bumades Panca Mandala. Semangat mengabdi kepada desa — bukan semata mengejar gaji — menjadi energi penggerak IT Center yang sesungguhnya. Dukungan kelembagaan dari Kementerian Desa PDTT melalui Subdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa turut memperkuat legitimasi dan keberlanjutan program ini [1].
Hasil dan Dampak Inovasi
Secara kuantitatif, IT Center Bumades Panca Mandala menghasilkan capaian yang mengesankan. Hingga awal 2022, jaringan internet Bumades menjangkau 23 desa di 9 kecamatan se-Tasikmalaya, dengan 23 instansi dan lebih dari 100 rumah warga sebagai pelanggan tetap, serta 21 kios WiFi publik yang aktif melayani masyarakat. Kapasitas bandwidth mencapai 400 Mbps, sementara pendapatan bulanan dari layanan internet rata-rata Rp24.110.000, atau sekitar Rp289.320.000 per tahun [1].
Dari keuntungan tersebut, masing-masing dari lima desa pemegang saham menerima tambahan PADes rata-rata Rp10 juta per tahun dari sektor TI, di luar pendapatan dari unit usaha lain. Sebanyak 35 pemuda desa terserap sebagai karyawan Bumades dengan insentif tetap antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan, ditambah penghasilan tambahan dari jasa instalasi jaringan [1].
Secara kualitatif, kehadiran IT Center mengubah ekosistem sosial-ekonomi desa secara menyeluruh. Petani kini mampu memasarkan hasil pertanian seperti kunyit, lada, dan cabai merah melalui platform Sayurbox ke konsumen di Bandung dan kota lain dengan harga kompetitif. Siswa SMK Karya Putra Manggala mendapat fasilitas peningkatan keterampilan teknis secara nyata, sementara pelayanan administrasi kependudukan desa meningkat berkat platform Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Sideka) yang terhubung jaringan internet Bumades [2].
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar yang dihadapi Bumades Panca Mandala adalah keterbatasan literasi digital awal di kalangan warga dan pengelola desa. Tidak semua warga langsung memahami manfaat internet, sehingga dibutuhkan waktu dan upaya sosialisasi intensif untuk membangun kepercayaan dan kebiasaan memanfaatkan layanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan infrastruktur jalan dan kontur perbukitan Jatiwaras juga menyulitkan instalasi jaringan di titik-titik terpencil [6].
Kendala lain adalah fluktuasi insentif karyawan yang belum setara dengan standar upah minimum regional, sehingga berpotensi menurunkan retensi tenaga teknis terampil yang telah dilatih dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Bumades menyiasatinya dengan membangun kultur gotong royong dan identitas kolektif sebagai “pembangunan desa” sehingga motivasi karyawan tidak semata-mata bersifat finansial [1].
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan IT Center dirancang melalui dua strategi utama: diversifikasi unit usaha dan penguatan kapasitas SDM secara berkelanjutan. Bumades terus mengembangkan unit usaha berbasis digital, mulai dari penjualan voucher internet, produksi kayu haspel untuk industri telekomunikasi, hingga pemasaran produk pertanian digital. Diversifikasi ini membuat pendapatan Bumades tidak bergantung pada satu sumber, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi pasar [1].
Dari sisi SDM, Bumades secara rutin mengirimkan karyawan mengikuti pelatihan berjenjang bersama BAKTI Komdigi dan BPSDMP Kominfo, termasuk pelatihan Junior Network Administrator dan Pemasaran Digital. Ekosistem pelatihan ini memastikan regenerasi teknisi desa berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada individu tertentu, sehingga IT Center dapat terus beroperasi dan berkembang meskipun terjadi perubahan personel [5].
Kontribusi Pencapaian SDGs
IT Center Bumades Panca Mandala berkontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sebagaimana ditunjukkan dalam tabel berikut.
| No SDGs | Penjelasan |
| SDGs 1: Tanpa Kemiskinan | IT Center membuka lapangan kerja tetap bagi 35 pemuda desa sebagai teknisi dan pengelola usaha digital, memberikan penghasilan rutin kepada warga yang sebelumnya bergantung pada pekerjaan musiman dan peluang terbatas di kawasan perbukitan Jatiwaras. |
| SDGs 4: Pendidikan Berkualitas | IT Center menyediakan fasilitas pelatihan coding, Pandu Digital, dan administrasi jaringan internet yang meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasional di SMK Karya Putra Manggala, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap kerja di era industri digital. |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | Pengelolaan layanan internet oleh Bumades menciptakan pekerjaan layak dengan penghasilan stabil bagi warga desa, mendorong pertumbuhan PADes dari sektor TI, dan membangun fondasi ekonomi desa yang tidak bergantung semata-mata pada transfer fiskal pemerintah pusat. |
| SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur | Bumades Panca Mandala membangun infrastruktur internet mandiri berkapasitas 400 Mbps menjangkau 23 desa, mendirikan tower jaringan secara swadaya, dan membangun ekosistem inovasi digital yang menjadikan Desa Mandalamekar sebagai center of excellence kawasan perdesaan. |
| SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan | IT Center menjembatani kesenjangan digital antara perdesaan dan perkotaan dengan memastikan warga desa memiliki akses internet setara, kemampuan teknis yang kompetitif, dan peluang pasar yang lebih adil melalui platform digital. |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Tujuan | Model kemitraan tiga pihak antara BAKTI Komdigi, Bumades, dan ISP PT. Sarana Insan Muda Selaras menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan perdesaan tertinggal. |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Bumades Panca Mandala secara aktif menjalankan peran sebagai center of excellence dengan menerima kunjungan belajar dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu momen nyata terjadi pada Juni 2021, ketika perwakilan dari lima desa di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis berkunjung dan menyimak paparan lengkap tentang model usaha internet desa ini. Bumades juga kerap diundang untuk memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman kepada desa-desa lain yang ingin mengembangkan model serupa [1].
Untuk mendorong replikasi yang lebih masif, BAKTI Komdigi terus menggandeng BUMDes di berbagai wilayah Indonesia dalam program kemitraan serupa, dengan Bumades Panca Mandala sebagai model acuan. Strategi scale up difokuskan pada penguatan kapasitas BUMDes di provinsi lain melalui pelatihan Digitalent berjenjang — dari Junior Network Administrator hingga IoT — sehingga setiap desa peserta dapat mereplikasi model bisnis IT Center secara mandiri sesuai konteks dan potensi lokal masing-masing [7][5].
Daftar Pustaka
[1] R. R. Setiawan, “BUMDesma Panca Mandala: Memandirikan Desa Lewat Internet,” Kanal Desa, 6 Feb. 2022. [Online]. Tersedia: https://kanaldesa.com/artikel/bumdesma-panca-mandala-memandirikan-desa-lewat-internet. [Diakses: 3 Mei 2026].
[2] CNN Indonesia, “Bumdesma Panca Mandala, Inspirasi Internet Mandiri dari Tasikmalaya,” CNN Indonesia, 11 Okt. 2024. [Online]. Tersedia: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20241011114754-192-1154208. [Diakses: 3 Mei 2026].
[3] I. Meilandi, “Bumdesma Panca Mandala,” Prezi Presentation, Nov. 2020. [Online]. Tersedia: https://prezi.com/p/ansf6atwkcv-/bumdesma-panca-mandala/. [Diakses: 3 Mei 2026].
[4] Wartatasik.com, “Tingkatkan Kemampuan SDM, Bumdes Mandalamekar Gelar Pelatihan Jaringan Internet dan K3,” Warta Tasik, 25 Sep. 2022. [Online]. Tersedia: https://www.wartatasik.com/tingkatkan-kemampuan-sdm-bumdes-mandalamekar-gelar-pelatihan-jaringan-internet-dan-k3/. [Diakses: 3 Mei 2026].
[5] BPSDMP Kominfo Surabaya, “Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bekerja Sama dengan BPSDMP Kominfo Surabaya,” BPSDM Komdigi, 23 Jan. 2025. [Online]. Tersedia: https://bpsdm.komdigi.go.id/upt/surabaya/. [Diakses: 3 Mei 2026].
[6] Bumdes.id, “Digitalisasi BUMDes: Peluang dan Tantangan,” Bumdes.id, 8 Mar. 2026. [Online]. Tersedia: https://bumdes.id/artikel/digitalisasi-bumdes-peluang-dan-tantangan. [Diakses: 3 Mei 2026].
[7] CNN Indonesia, “4 BUMDes Mitra BAKTI Kominfo Ikut Dorong Percepatan Digitalisasi,” CNN Indonesia, 18 Nov. 2023. [Online]. Tersedia: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20231119163330-218-1026273. [Diakses: 3 Mei 2026].