Ringkasan Inovasi

Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meluncurkan inovasi unit usaha ternak penggemukan sapi bernama SONETA yang dikelola BUMDes Muji Berkah dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Margorejo sejak pembangunan kandang dimulai 5 Januari 2021 [1], [2]. Inovasi ini menggabungkan alokasi anggaran desa sebagai modal produktif, sistem manajemen peternakan berbasis dry lot fattening, dan partisipasi aktif warga dalam satu ekosistem usaha yang terstruktur. Tujuan utama inovasi ini adalah mendukung swasembada pangan sektor peternakan di tingkat desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), dan memperkuat posisi desa sebagai pelaku ekonomi berbasis potensi lokal yang mandiri [1]. Pada 6 Mei 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengunjungi langsung Desa Margorejo dan mengapresiasi sinergi BUMDes Muji Berkah dengan Koperasi Desa Merah Putih sebagai model penguatan ekonomi desa yang layak direplikasi secara nasional [9].

 

Latar Belakang

Desa Margorejo adalah desa pesisir di Kabupaten Kendal yang menyimpan potensi sumber daya lokal besar, namun sebelum inovasi SONETA hadir, potensi peternakan sapi di wilayah ini belum terkelola dalam wadah kelembagaan yang produktif [2]. Pengelolaan yang masih bersifat tradisional dan terpencar membuat skala produksi tidak efisien, sementara ketiadaan kelembagaan usaha yang kuat membuat peluang ekonomi dari sektor peternakan terus berlalu tanpa memberi dampak berarti bagi kas desa [1].

Di sisi kebijakan, pemerintah pusat melalui skema ketahanan pangan mengamanatkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa dengan BUM Desa sebagai pelaksana utamanya [5]. Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan kemudian mempertegas arah kebijakan ini, memberikan landasan regulasi yang kuat bagi model bisnis SONETA untuk berkembang [3].

Kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani yang terjangkau dan ketersediaan daging sapi lokal berkualitas juga menjadi tantangan nyata yang dirasakan warga Margorejo sebelum program ini hadir [1]. Kondisi inilah yang mendorong Kepala Desa Suyoto dan pengurus BUMDes Muji Berkah merancang solusi berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan modal desa, keahlian teknis, dan gotong royong warga.

 

Inovasi yang Diterapkan

SONETA adalah unit usaha penggemukan sapi potong yang dikelola BUMDes Muji Berkah dengan sistem dry lot fattening, metode penggemukan di dalam kandang dengan pemberian pakan terkonsentrasi secara terkontrol dan terjadwal untuk memaksimalkan pertambahan bobot badan harian sapi dalam periode penggemukan terukur [4]. SONETA merupakan unit usaha kelima BUMDes Muji Berkah, menyusul unit bank sampah, Pamsimas, lumbung padi, dan penggilingan padi yang telah berjalan lebih dahulu [2].

Program SONETA bekerja melalui empat aspek manajemen yang terintegrasi: pemilihan bibit sapi unggul secara selektif oleh tenaga ahli berpengalaman lebih dari 25 tahun di bidang peternakan, manajemen pakan yang diformulasikan untuk memastikan rasio konversi pakan optimal, pengawasan kesehatan ternak secara intensif melalui vaksinasi dan sanitasi kandang, serta strategi pemasaran hasil ternak ke pasar lokal maupun regional [1], [6].

 

Proses Penerapan Inovasi

Proses penerapan SONETA diawali dengan musyawarah desa yang melibatkan perangkat desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, dan peternak lokal, menghasilkan keputusan alokasi anggaran sebagai penyertaan modal BUMDes Muji Berkah sekaligus membangun legitimasi komunitas bagi keberlanjutan program [5]. Pembangunan kandang ternak dimulai 5 Januari 2021 menggunakan Dana Aspirasi sebagai unit usaha kelima BUMDes, dengan Kepala Desa Suyoto berharap unit ini membuka lapangan kerja bagi warga sekaligus mendukung pengembangan pertanian desa [2].

Pengadaan bibit sapi dilakukan secara selektif oleh tenaga ahli peternakan berpengalaman, yang mengevaluasi setiap calon ternak berdasarkan postur tubuh, kondisi kesehatan, temperamen, dan potensi pertumbuhan bobot badannya [4]. Pada fase awal operasional, program menghadapi tantangan standardisasi prosedur manajemen pakan harian dan konsistensi rutinitas perawatan kandang [6]. Sejumlah kegagalan kecil, seperti penurunan nafsu makan ternak atau pertumbuhan bobot yang di bawah target, sempat terjadi pada siklus-siklus awal. Pengelola mengoreksi pendekatannya dengan mengevaluasi setiap siklus penggemukan secara sistematis untuk memperbaiki rasio pakan, mengoptimalkan jadwal vaksinasi, dan menyempurnakan target bobot panen, sehingga profitabilitas program meningkat dari satu siklus ke siklus berikutnya [6].

 

Tantangan, Kendala, dan Mitigasi

Tantangan utama yang melekat dalam usaha peternakan sapi adalah risiko kesehatan ternak yang tidak dapat sepenuhnya dieliminasi, termasuk wabah penyakit yang dapat menyebabkan kerugian finansial signifikan dalam waktu singkat [7]. Kendala ini dimitigasi melalui sistem deteksi dini penyakit yang terus diperketat dan protokol penanganan darurat, hasil pembelajaran dari pengalaman operasional sejak 2021 yang membuat respons penanganan menjadi lebih cepat dibanding tahun-tahun pertama.

Kendala kedua adalah kompleksitas administratif pertanggungjawaban Dana Desa yang harus mengikuti aturan Permendes, Peraturan Menteri Keuangan, dan juknis ketahanan pangan 20 persen, standar teknis yang cukup tinggi bagi SDM pengelola BUMDes di desa [3]. Kendala ini sempat memperlambat pencairan dan realisasi anggaran pada awal program, dan dimitigasi melalui pelatihan, pendampingan dari Pendamping Desa, serta berbagi pengalaman dengan BUMDes lain yang telah lebih dahulu mengelola program serupa [5].

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor utama keberhasilan SONETA adalah kehadiran tenaga ahli peternakan berpengalaman lebih dari 25 tahun yang mengelola program secara langsung dan konsisten, memungkinkan pengambilan keputusan tepat dalam pemilihan bibit, formulasi pakan, hingga penanganan dini wabah penyakit [1].

Faktor kedua adalah sinergi kelembagaan antara Pemerintah Desa Margorejo, BUMDes Muji Berkah, dan partisipasi aktif masyarakat yang dibangun di atas fondasi transparansi pengelolaan. Kepala Desa Suyoto secara konsisten mendorong keterlibatan warga dalam mengawasi keberlanjutan usaha desa [7]. Kajian tentang pembiayaan BUMDes kepada peternak di konteks serupa membuktikan skema ini meningkatkan produksi dan pendapatan sekaligus menumbuhkan kesadaran kewirausahaan komunitas [7].

 

Hasil dan Dampak Inovasi

Program SONETA menghasilkan sapi berkualitas yang siap dipasarkan ke pasar lokal maupun regional melalui perawatan intensif dan terkontrol. Hasil penjualan ternak menjadi sumber Pendapatan Asli Desa yang dikelola kembali BUMDes Muji Berkah untuk membiayai siklus operasional berikutnya, menciptakan ketahanan finansial program yang tidak bergantung sepenuhnya pada Dana Desa setiap tahun [1], [10].

Secara ekonomi, program ini membuka lapangan kerja bagi warga desa yang terlibat dalam operasional kandang, pengadaan dan pengolahan pakan, hingga distribusi hasil ternak ke pasar [8]. Riset akademik pada konteks serupa membuktikan usaha penggemukan sapi berbasis BUMDes berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan taraf hidup warga desa, terutama yang sebelumnya bergantung pada pekerjaan musiman [1].

Pada 6 Mei 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meninjau langsung potensi usaha Margorejo, termasuk peternakan, perikanan, penggilingan padi, pengolahan sampah, dan hasil laut, sekaligus mengumumkan rencana dukungan pelatihan manajemen bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta bantuan permodalan sekitar Rp5 miliar per koperasi bagi Koperasi Desa Merah Putih se-Indonesia [9]. Kunjungan ini menempatkan Margorejo sebagai model replikasi kemandirian ekonomi desa berskala nasional.

 

Sumber Pendanaan dan Model Bisnis

Pembangunan kandang SONETA dimulai 5 Januari 2021 menggunakan Dana Aspirasi sebagai investasi awal unit usaha kelima BUMDes Muji Berkah [2]. Skema ketahanan pangan nasional yang mengamanatkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa dengan BUM Desa sebagai pelaksana turut menjadi payung kebijakan bagi penguatan modal program ini pada tahun-tahun berikutnya [5], [3].

Model pendapatan bertumpu pada penjualan sapi hasil penggemukan ke pasar lokal dan regional, dengan hasil penjualan direinvestasikan kembali sebagai modal siklus penggemukan berikutnya alih-alih dibagikan habis, menciptakan perputaran modal yang semakin menguat dari waktu ke waktu tanpa terus bergantung pada suntikan Dana Desa [10].

 

Pelajaran yang Dipetik

Keputusan menempatkan tenaga ahli peternakan berpengalaman sebagai pengelola inti sejak awal program, alih-alih mengandalkan pengurus BUMDes yang belum berpengalaman teknis, terbukti menjadi faktor penentu paling kritis bagi keberhasilan SONETA [1]. Mengevaluasi setiap siklus penggemukan secara sistematis setelah kegagalan kecil seperti penurunan nafsu makan ternak juga terbukti mempercepat perbaikan rasio pakan dan jadwal vaksinasi pada siklus berikutnya.

Jika memulai dari awal, pemahaman prosedur administratif pertanggungjawaban Dana Desa untuk ketahanan pangan idealnya dikuasai pengelola BUMDes sebelum program diluncurkan, bukan dipelajari sambil jalan yang sempat memperlambat pencairan anggaran pada tahun-tahun awal. Desa lain yang ingin menerapkan model serupa disarankan memastikan ketersediaan tenaga ahli peternakan lokal terlebih dahulu, mengikat komitmen kepala desa mengalokasikan modal secara konsisten, dan membangun sistem tata kelola BUMDes yang transparan sejak tahap perencanaan.

 

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Keberlanjutan program SONETA dibangun di atas sistem reinvestasi keuntungan yang disiplin: hasil penjualan sapi dari setiap siklus diputar kembali sebagai modal siklus penggemukan berikutnya, menciptakan pola pembiayaan mandiri tanpa terus mengandalkan suntikan Dana Desa setiap tahun anggaran [10]. Pemdes Margorejo juga berkomitmen memperkuat sistem manajemen BUMDes melalui pelatihan rutin dan peningkatan kapasitas SDM pengelola [1].

Untuk jangka panjang, integrasi antara BUMDes Muji Berkah dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi pilar keberlanjutan ekonomi desa yang mendapat perhatian nasional, dengan sinergi ini memperkuat jaringan distribusi hasil ternak sekaligus memperluas akses pasar, termasuk potensi pasokan ke program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan sumber protein hewani lokal yang andal [9].

 

Kontribusi Pencapaian SDGs

Inovasi SONETA BUMDes Muji Berkah Desa Margorejo berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut.

No SDGs Penjelasan Indikator
SDGs 1: Tanpa Kemiskinan Program SONETA menciptakan lapangan kerja bagi warga desa yang terlibat dalam operasional kandang, pengadaan pakan, dan distribusi hasil ternak, memberi penghasilan lebih stabil dibanding pekerjaan musiman. PADes dari penjualan sapi direinvestasikan kembali untuk memperluas skala usaha dan manfaat ekonomi warga.
SDGs 2: Tanpa Kelaparan Ketersediaan daging sapi lokal berkualitas memperkuat ketahanan pangan Desa Margorejo dan sekitarnya, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar desa. Sistem dry lot fattening menghasilkan sapi siap jual secara terjadwal ke pasar lokal dan regional.
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Pengelolaan unit usaha penggemukan sapi secara profesional oleh BUMDes menciptakan pekerjaan dengan penghasilan stabil bagi warga di rantai nilai peternakan hulu-hilir. SONETA menjadi unit usaha kelima BUMDes Muji Berkah sejak pembangunan kandang Januari 2021.
SDGs 12: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab Sistem dry lot fattening mengoptimalkan penggunaan pakan berdasarkan kebutuhan nutrisi aktual ternak, sementara limbah kandang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi lahan pertanian sekitar. Formulasi pakan disusun untuk memastikan rasio konversi pakan yang optimal per siklus penggemukan.
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SONETA membangun kemitraan multilapis antara Pemerintah Desa, BUMDes Muji Berkah, Koperasi Desa Merah Putih, tenaga ahli peternakan, dan Pendamping Desa dalam satu ekosistem ekonomi desa. Wakil Menteri Dalam Negeri meninjau langsung dan mengapresiasi sinergi BUMDes-Kopdes Margorejo pada 6 Mei 2025.

 

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Model SONETA berpotensi direplikasi luas karena bertumpu pada kerangka regulasi yang berlaku nasional: kewajiban alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan dengan BUM Desa sebagai pelaksana utamanya [5]. Desa seperti Kersaratu di Lebak, Banten, dan Lalabata Riaja di Sulawesi Selatan juga telah mulai menerapkan program ketahanan pangan berbasis penggemukan sapi melalui BUMDes, mengindikasikan model ini secara teknis dapat diadaptasi di berbagai konteks geografis, meski rincian besaran modal di masing-masing desa perlu diverifikasi langsung ke pemerintah desa bersangkutan [10], [11].

Kunci replikasi yang sukses terletak pada tiga elemen: ketersediaan tenaga ahli peternakan lokal yang kompeten, komitmen kepala desa mengalokasikan modal secara konsisten, serta sistem tata kelola BUMDes yang transparan dan akuntabel kepada komunitas [1]. Desa Margorejo dapat berperan sebagai desa pembina bagi desa-desa tetangga di Kecamatan Cepiring yang ingin memulai program serupa, dengan dukungan Pendamping Desa dan Dinas Peternakan Kabupaten Kendal sebagai penggerak jaringan replikasi.

 

Daftar Pustaka

[1] Redaksi Suara Merdeka Kendal, “Ternak Sapi SONETA Margorejo, Usaha Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa,” kendal.suaramerdeka.com, 19 Feb. 2026. [Daring]. Tersedia: https://kendal.suaramerdeka.com/kendal-raya/103616747486/.

[2] Pemerintah Desa Margorejo, “Pembangunan Kandang Ternak Sapi,” margorejo.kendalkab.go.id, 5 Jan. 2021. [Daring]. Tersedia: https://margorejo.kendalkab.go.id/kabardetail/U1BIbUJaUVdmaVNvek4yekhNUlRFZz09/pembangunan-kandang-ternak-sapi.html.

[3] Admin Desa Puusangi, “Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan,” puusangi.desa.id, 31 Jan. 2025. [Daring]. Tersedia: https://puusangi.desa.id/.

[4] M. Yusuf et al., “Teknologi Penggemukan Sapi: Sistem Dry Lot Fattening,” Jurnal Pengamas, vol. 5, no. 2, Agu. 2022. [Daring]. Tersedia: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pengamas/article/download/3972/pdf.

[5] Redaksi BUMDes.id, “Skema 20% Ketahanan Pangan Melalui BUM Desa atau BUM Desa Bersama,” bumdes.id, 8 Mar. 2026. [Daring]. Tersedia: https://bumdes.id/artikel/skema-20-ketahanan-pangan-melalui-bum-desa-bum-desa-bersama.

[6] N. Widyawati et al., “Pemberdayaan Peternak dalam Usaha Penggemukan Sapi Potong,” Agrihealth Journal, Universitas Sebelas Maret, 2021. [Daring]. Tersedia: https://jurnal.uns.ac.id/agrihealth/article/download/44736/pdf.

[7] Sulastri et al., “Dampak Pembiayaan BUMDes kepada Peternak Melalui Akad Mudharabah,” Jurnal Ilmu Bisnis dan Fiqh, STAIN Madina, 2025. [Daring]. Tersedia: https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/jibf/article/view/2614.

[8] Sulfiadi, “Pengaruh Penggemukan Sapi terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Duampanuae,” Skripsi, Universitas Islam Ahmad Dahlan, 2022. [Daring]. Tersedia: https://repository.uiad.ac.id/id/eprint/838/.

[9] Redaksi Lensa Medan, “Sinergi BUMDes dan Kopdes di Kendal Jadi Model Nasional,” lensamedan.co.id, 5 Mei 2025. [Daring]. Tersedia: https://www.lensamedan.co.id/2025/05/sinergi-bumdes-dan-kopdes-di-kendal.html.

[10] Admin Desa Kersaratu, “Program Ketahanan Pangan Desa Kersaratu BUMDes Kelola Penggemukan Sapi,” kersaratu.digitaldesa.id, 7 Jan. 2026. [Daring]. Tersedia: https://kersaratu.digitaldesa.id/.

[11] Admin Desa Lalabata Riaja, “Launching Program Ketahanan Pangan BUMDes Berkah Desa Lalabata Riaja,” lalabatariaja.desa.id, 28 Agu. 2025. [Daring]. Tersedia: https://lalabatariaja.desa.id/launching-program-ketahanan-pangan-bumdes-berkah-desa-lalabata-riaja/.

Data Inovasi

Nama Inovasi
Ternak Penggemukan Sapi SONETA — BUMDes Muji Berkah
Alamat
Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah
Inovator
Pemerintah Desa Margorejo (Kepala Desa Suyoto) bersama BUMDes Muji Berkah
Kontak
Website https://margorejo.desa.id, E-mail pemdesmargorejo1@gmail.com, Telepon 089648944266
Lokasi