Ringkasan Inovasi

BUMDes Berkah Bersama di Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, sejak 2018 menerapkan dua inovasi yang saling melengkapi: mengolah jeruk siam banjar menjadi es krim berlabel Antani, dan membangun sistem jual-beli gabah langsung yang memangkas ketergantungan petani pada tengkulak [1]. Kedua inovasi ini digagas pengurus BUMDes bersama Rumiyati, warga sekaligus anggota BUMDes, didukung Kepala Desa Sarino, untuk mengatasi persoalan harga jual jeruk dan gabah yang selama ini banyak ditentukan oleh tengkulak dan rentenir [4]. Merek Antani merupakan singkatan dari “anak petani,” mencerminkan bahwa produk olahan ini dikelola oleh dan untuk warga desa sendiri [4]. Dampak inovasi ini terlihat dari dua sisi: es krim jeruk Antani membuka pasar baru bagi olahan jeruk siam banjar dengan nilai jual lebih tinggi dibanding jeruk segar, sementara program gabah BUMDes membantu petani memperoleh harga panen yang lebih adil dengan memanfaatkan selisih harga musiman [1]. Pengakuan atas capaian ini datang pada Juli 2021, ketika BUMDes Berkah Bersama diliput sebagai salah satu BUMDes rujukan di Kabupaten Barito Kuala [5].

 

Latar Belakang

Desa Karang Bunga merupakan kawasan eks transmigrasi yang dibuka sejak 1983. Sejak awal, pemerintah menanamkan jeruk siam banjar sebagai komoditas pertanian utama bagi empat desa di kawasan itu, yaitu Karang Dukuh, Karang Buah, Karang Bunga, dan Karang Indah [6]. Setiap keluarga petani rata-rata mengelola kebun jeruk seluas dua hektare, menghasilkan buah berlimpah di setiap musim panen, namun hasil bumi yang berlimpah ini tidak serta-merta berarti kesejahteraan bagi petani [1].

Dokumentasi akademis mencatat dua persoalan struktural yang berulang dari musim ke musim: harga jual jeruk segar yang rendah ketika petani menjualnya langsung kepada tengkulak dengan posisi tawar kuat, dan ketergantungan petani pada pinjaman rentenir berbunga tinggi di awal musim tanam sehingga sebagian besar hasil panen habis untuk membayar utang [1], [2]. Pola serupa juga terjadi pada distribusi gabah, ketika tengkulak memborong gabah saat panen raya pada harga terendah, lalu menjualnya kembali di awal tahun berikutnya saat harga melonjak.

Kesadaran atas persoalan berulang ini mendorong pemerintah desa dan pengurus BUMDes merancang dua terobosan sekaligus, yaitu mengangkat nilai jeruk melalui pengolahan dan membangun kembali kendali petani atas harga gabah [2].

 

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi pertama lahir pada 2018 ketika Rumiyati, anggota BUMDes yang juga ibu rumah tangga, mulai mengembangkan es krim berbahan baku utama jeruk siam banjar segar dengan merek Antani [4]. Resep es krim ini menggunakan perasan sari jeruk siam banjar asli yang dicampur susu full cream, tepung maizena, gula, dan bahan pengikat, menghasilkan produk dengan rasa jeruk yang segar dan berbeda dari es krim pabrikan. Adonan disimpan di freezer selama 12 jam sebelum dikemas dalam cup dan dijual mulai harga Rp2.000-Rp3.000 per cup [4].

Inovasi kedua adalah sistem jual-beli gabah dan simpan-pinjam modal yang bekerja sebagai instrumen ganda untuk melepaskan petani dari ketergantungan pada tengkulak dan rentenir [1]. BUMDes memberikan pinjaman modal tanpa bunga kepada petani sebagai modal awal musim tanam, dan petani membayar pinjaman itu menggunakan gabah saat panen dengan harga sesuai harga pasar. Gabah yang masuk ke gudang BUMDes ditahan penjualannya hingga awal tahun berikutnya ketika harga naik, dan BUMDes memperoleh keuntungan rata-rata Rp20.000 per kaleng gabah dari selisih harga musiman ini [1].

 

Proses Penerapan Inovasi

BUMDes Berkah Bersama berdiri pada 17 Juli 2013 dengan satu unit usaha simpan pinjam yang modal awalnya berasal dari iuran swadaya warga sebesar Rp50.000 per orang, bukan dari Dana Desa [2]. Dua tahun kemudian, musyawarah desa pada 2015 memutuskan mengalokasikan Rp115,22 juta Dana Desa sebagai suntikan modal BUMDes untuk memperluas unit usaha, termasuk membuka ruang bereksperimen dengan pengolahan produk jeruk [1].

Gagasan es krim jeruk muncul dari pelatihan keterampilan yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Islam Kalimantan (UNISKA), yang memperkenalkan teknik pengolahan es krim menggunakan sari jeruk siam banjar segar [3]. Rumiyati kemudian melanjutkan pengembangan resep ini melalui serangkaian percobaan selama bertahun-tahun, karena komposisi awal belum menghasilkan tekstur dan daya simpan yang stabil, sebelum akhirnya ditemukan formula yang konsisten [4]. Pada 2022, dukungan program Desa BRILian dari BRI membangun Rumah Produksi Jeruk senilai Rp232.667.825 beserta peralatan produksi senilai Rp50.000.000, meningkatkan kapasitas produksi dengan fasilitas yang lebih layak [6], [7].

Proses pengembangan tidak selalu berjalan mulus. Kapasitas produksi yang terbatas membuat Rumah Produksi Jeruk beroperasi berdasarkan pesanan, belum mampu membangun stok reguler, sementara kondisi jalan kabupaten yang rusak menuju desa turut menyulitkan distribusi ke pasar luar daerah seperti Banjarmasin [6].

 

Tantangan, Kendala, dan Mitigasi

Tantangan internal utama adalah keterbatasan skala produksi: BUMDes belum memiliki modal yang cukup untuk membeli jeruk secara masif langsung dari seluruh petani, sehingga bahan baku masih banyak berasal dari kebun desa sendiri dan sistem produksi masih berjalan berdasarkan pesanan [6]. Pengurus BUMDes memitigasi keterbatasan ini secara bertahap melalui penguatan modal dari Dana Desa dan kemitraan Desa BRILian, sambil merencanakan penambahan kapasitas Rumah Produksi Jeruk agar mampu menyerap lebih banyak hasil panen petani.

Tantangan eksternal datang dari kondisi jalan kabupaten menuju Desa Karang Bunga yang rusak, yang menyulitkan dan memperlambat pengiriman produk ke pasar luar daerah [6]. BUMDes memitigasi hambatan ini dengan memusatkan distribusi awal pada pasar-pasar terdekat yang telah stabil, seperti perkantoran dan jaringan BRI di Banjarmasin, sembari terus mengupayakan advokasi perbaikan infrastruktur jalan kepada pemerintah kabupaten.

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor penentu utama adalah komitmen pemerintah desa mengalokasikan Dana Desa secara konsisten sebagai modal pengembangan unit usaha, memberi BUMDes ruang untuk bereksperimen dan berkembang tanpa harus berhenti karena kekurangan modal [1]. Kepala Desa Sarino berperan sebagai penghubung antara visi pemberdayaan ekonomi desa dan kepercayaan warga terhadap BUMDes sebagai lembaga yang mengelola gabah dan modal petani.

Faktor eksternal yang turut mengakselerasi pertumbuhan adalah kemitraan dengan program Desa BRILian dari BRI, yang membentuk kelompok tani binaan sejak awal 2021 beranggotakan 33 petani dan membuka akses pembiayaan KUR serta Kupedes melalui BRI Unit Sungai Gampa [7]. Kajian akademis atas BUMDes Berkah Bersama turut menyimpulkan bahwa lembaga ini efektif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat karena mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan kendala yang dihadapi [2].

 

Hasil dan Dampak Inovasi

Dampak paling konkret dari es krim Antani adalah bertambahnya nilai jual jeruk siam banjar, dari sekadar dijual segar ke tengkulak menjadi produk olahan yang menjangkau perkantoran, event kedinasan, dan jaringan pelanggan BRI [6]. Produksi jus dan sirup jeruk mencapai 200-250 botol per bulan, termasuk pesanan rutin sekitar 200 botol per minggu dari Kanwil BRI Banjarmasin [6].

Dampak sistem jual-beli gabah bersifat lebih fundamental: petani memperoleh pinjaman modal tanpa bunga di awal musim tanam dan harga gabah yang lebih adil saat panen, sementara BUMDes memperoleh keuntungan rata-rata Rp20.000 per kaleng dari selisih harga jual musiman [1]. Di tingkat kelompok tani binaan BRI, salah satu anggotanya, Santi, berkembang dari sekadar bertani jeruk menjadi pengelola agen Brilink dan toko kelontong, sekaligus menambah jumlah ternak sapinya dari 5 menjadi 20 ekor [7].

Rumah Produksi Jeruk kini mempekerjakan tiga warga lokal sebagai tenaga tetap, dan kajian skripsi dari Universitas Lambung Mangkurat menyimpulkan BUMDes Berkah Bersama telah efektif memberdayakan ekonomi masyarakat setempat [2]. Liputan media regional pada Juli 2021 turut menampilkan BUMDes Berkah Bersama sebagai salah satu BUMDes rujukan di Kabupaten Barito Kuala [5].

 

Sumber Pendanaan dan Model Bisnis

Pembiayaan BUMDes Berkah Bersama berkembang bertahap: modal awal 2013 berasal dari iuran swadaya warga sebesar Rp50.000 per orang untuk unit simpan pinjam, diperkuat pada 2015 melalui musyawarah desa yang mengalokasikan Rp115,22 juta Dana Desa [2]. Ekspansi terbesar terjadi pada 2022 melalui program Desa BRILian BRI yang membangun Rumah Produksi Jeruk senilai Rp232.667.825 beserta peralatan produksi senilai Rp50.000.000 [6].

Model pendapatan bertumpu pada dua unit usaha utama, penjualan es krim dan olahan jeruk seharga Rp2.000-Rp3.000 per cup, serta margin jual-beli gabah rata-rata Rp20.000 per kaleng dari selisih harga musiman [1]. Diversifikasi ke empat unit usaha, simpan pinjam gabah, pengolahan jeruk, Pamsimas, dan penggemukan sapi, memberi BUMDes sumber pendapatan lebih dari satu unit usaha sehingga tidak bergantung pada satu jenis usaha saja [3].

 

Pelajaran yang Dipetik

Keputusan yang terbukti tepat adalah membangun unit usaha simpan pinjam berbasis swadaya warga terlebih dahulu sebelum menerima Dana Desa dalam jumlah lebih besar, sehingga kepercayaan warga terhadap BUMDes telah terbentuk sebelum modal yang lebih besar dikelola [2]. Proses eksperimen resep es krim yang memakan waktu bertahun-tahun sebelum mencapai formula stabil juga mengajarkan bahwa pengembangan produk olahan pangan tanpa dukungan fasilitas produksi memadai membutuhkan waktu adaptasi yang tidak sebentar [4].

Jika memulai dari awal, penambahan kapasitas produksi dan advokasi perbaikan akses jalan idealnya dilakukan lebih dini, sebelum permintaan pasar bertumbuh melampaui kapasitas yang tersedia [6]. Desa lain yang ingin menerapkan model serupa disarankan memulai dari unit usaha bermodal kecil untuk membangun kepercayaan warga, mengikat kemitraan dengan lembaga keuangan atau perguruan tinggi sejak tahap awal, dan mendiversifikasi unit usaha agar tidak bergantung pada satu komoditas musiman [3].

 

Strategi Keberlanjutan Inovasi

Landasan legalitas menjadi prioritas strategi keberlanjutan BUMDes Berkah Bersama. Es krim Antani telah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM pada 2022, membuka peluang distribusi ke pasar yang lebih luas [6]. Pencapaian legalitas ini memungkinkan produk desa ini bersaing di pasar yang menerapkan standar keamanan pangan lebih ketat, termasuk marketplace digital dan jejaring distribusi korporat.

Diversifikasi unit usaha menjadi pilar keberlanjutan kedua. BUMDes kini mengoperasikan empat unit usaha secara bersamaan, yaitu simpan pinjam gabah, pengolahan produk jeruk, layanan Pamsimas, dan penggemukan sapi potong, sehingga ketika satu unit usaha menghadapi tekanan musiman, unit usaha lain tetap menghasilkan arus kas [3]. Kemitraan jangka panjang dengan program Desa BRILian BRI turut menjadi ekosistem pendukung pertumbuhan yang direncanakan untuk terus diperluas [7].

 

Kontribusi Pencapaian SDGs

Inovasi BUMDes Berkah Bersama Karang Bunga berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut.

No SDGs Penjelasan Indikator
SDGs 1: Tanpa Kemiskinan Sistem jual-beli gabah BUMDes mengurangi ketergantungan petani pada rentenir dan tengkulak dengan memberi akses modal tanpa bunga dan harga panen yang lebih adil. BUMDes memperoleh dan membagi keuntungan rata-rata Rp20.000 per kaleng gabah dari selisih harga musiman kepada ekosistem usahanya.
SDGs 2: Tanpa Kelaparan Program jual-beli gabah membantu menstabilkan ketersediaan pangan desa karena gabah tidak seluruhnya dilepas murah ke tengkulak saat panen raya. Gabah petani ditampung dan dikelola BUMDes sebagai cadangan yang dijual kembali pada awal tahun berikutnya.
SDGs 5: Kesetaraan Gender Rumiyati menjadi penggerak utama pengembangan Rumah Produksi Jeruk, memperkuat peran perempuan desa sebagai pelaku ekonomi produktif. Rumah Produksi Jeruk mempekerjakan tiga warga lokal ibu rumah tangga sebagai tenaga tetap.
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Empat unit usaha BUMDes menciptakan pekerjaan dan mendorong Pendapatan Asli Desa dari sektor pengolahan pangan dan pertanian. Produksi jus dan sirup jeruk mencapai 200-250 botol per bulan dengan pesanan rutin dari Kanwil BRI Banjarmasin.
SDGs 17: Kemitraan untuk Tujuan Kemitraan antara BUMDes, BRI melalui program Desa BRILian, dan mahasiswa KKN UNISKA menciptakan ekosistem kolaborasi multi-pihak dalam pengembangan produk desa. Kelompok tani binaan BRI beranggotakan 33 petani terbentuk sejak awal 2021 melalui kemitraan program Desa BRILian.

 

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Model inovasi BUMDes Berkah Bersama berpotensi direplikasi di desa-desa lain yang memiliki komoditas pertanian unggulan yang belum diolah secara maksimal. Kunci replikasinya mengikuti dua pendekatan: memberi nilai tambah pada komoditas unggulan lokal melalui pengolahan sederhana, dan membangun sistem pembelian langsung dari petani untuk memangkas peran tengkulak menggunakan gudang dan modal bergulir BUMDes [3].

Pembentukan kelompok tani binaan BRI beranggotakan 33 petani sejak awal 2021 menunjukkan replikasi model ini sudah berjalan secara organik di kecamatan yang sama [7]. Strategi scale up yang paling realistis adalah memperluas kapasitas Rumah Produksi Jeruk agar mampu menyerap lebih banyak hasil panen petani di luar kebun desa sendiri, serta memanfaatkan sertifikat halal dan izin BPOM yang telah dimiliki untuk menjajaki platform e-commerce dan pasar modern di luar Kalimantan Selatan [6], [8]. Kajian akademis lain bahkan memosisikan es krim jeruk khas ini sebagai potensi katalisator wisata desa, membuka peluang scale up lanjutan berupa paket kunjungan edukatif ke Rumah Produksi Jeruk bagi desa-desa yang ingin belajar langsung dari Karang Bunga [9].

 

Daftar Pustaka

[1] D. Agustiyan et al., “Penguatan Jiwa Kewirausahaan melalui Kesadaran Potensi Diri Anggota BUMDes Berkah Bersama Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala,” Indonesian Collaboration Journal of Community Services, vol. 2, no. 2, 2022. [Daring]. Tersedia: https://icjcs.esc-id.org/index.php/home/article/download/11/15.

[2] A. Azzahra dan G. Rahman, “Efektivitas Badan Usaha Milik Desa ‘Berkah Bersama’ dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala,” Skripsi, Universitas Lambung Mangkurat, 2023. [Daring]. Tersedia: https://digilib.ulm.ac.id/archive/digital/detailed.php?code=29471.

[3] Tim Inovasi Desa, “Upaya Desa Karang Bunga Mendorong Diversifikasi Usaha BUMDes,” inovasi.web.id, 2021. [Daring]. Tersedia: https://inovasi.web.id/upaya-desa-karang-bunga-mendorong-diversifikasi-usaha-bumdes/.

[4] M. Andriani, “FEATURE: Berdayakan Desa, Rumiyati Manfaatkan Jeruk Siam Banjar Jadi Es Krim Antani,” BeritaBanjarmasin.com, 8 Agu. 2022. [Daring]. Tersedia: https://www.beritabanjarmasin.com/2022/08/feature-berdayakan-desa-rumiyati.html.

[5] Banjarmasin Post, “Mengenal BUMDes Berkah Bersama, Hadir Sebagai Solusi Masyarakat,” YouTube, 10 Jul. 2021. [Daring]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=2cJNCX2KOG4.

[6] H. F. Zaman, “Mencicipi Es Krim Jeruk, Inovasi Produk Makanan Warga Binaan BRI di Barito Kuala,” Prokalteng.co (Jawa Pos Group), 7 Mar. 2024. [Daring]. Tersedia: https://prokalteng.jawapos.com/prostyle/kuliner/07/03/2024/.

[7] Kalimantan Post, “BRI Marabahan Sukseskan Desa Karang Bunga Menuju Desa Brilian,” kalimantanpost.com, 5 Apr. 2022. [Daring]. Tersedia: https://kalimantanpost.com/2022/04/bri-marabahan-sukseskan-desa-karang-bunga-menuju-desa-brilian/.

[8] Headline9, “BUMDes Berkah Bersama Mandastana Mampu Raup Omzet Puluhan Juta Lewat Usaha Ini,” Headline9.com, 29 Jul. 2024. [Daring]. Tersedia: https://headline9.com/37486/.

[9] S. Nisa et al., “Banjar Siam Orange Ice Cream: A Catalyst for Village Tourism,” Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025. [Daring]. Tersedia: https://doi.org/10.29062/engagement.v9i2.1810.

Data Inovasi

Nama Inovasi
Produksi Es Krim Jeruk Antani dan Unit Usaha Jual Beli Gabah BUMDes Berkah Bersama
Alamat
Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan
Inovator
Rumiyati (penggagas es krim Antani) dan pengurus BUMDes Berkah Bersama, didukung Kepala Desa Sarino dan Pemerintah Desa Karang Bunga
Kontak
E-mail bumdesberkahbersama@gmail.com, Telepon +62 853-8982-9503
Lokasi