Ringkasan Inovasi

Pemerintah Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengubah tanah kas desa seluas 7 hektar yang selama ini menganggur di area perbukitan menjadi Sirkuit Grasstrack Bukit Nirwana berstandar nasional [1]. Dengan modal awal hanya Rp30 juta dari Dana Desa, BUMDes Karya Mukti mendesain dan menata lahan tersebut sebagai arena balap motor grasstrack yang diakui oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Hasilnya melebihi ekspektasi awal. Ribuan penonton hadir setiap event balap, warga desa meraup penghasilan dari berdagang, dan pada 2018 BUMDes Karya Mukti menyumbang Rp10 juta ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Inovasi ini membuktikan bahwa aset desa yang tidak produktif dapat diubah menjadi motor ekonomi desa melalui pendekatan pariwisata olahraga yang terorganisasi [1].

 

Latar Belakang

Desa Penyarang berdiri di perbukitan setinggi sekitar 400 meter di atas permukaan laut, menjadikannya desa tertinggi di Kecamatan Sidareja. Kawasan ini kaya potensi alam: hamparan hutan produksi perhutani, pohon-pohon pinus menjulang, Bukit Julag Ngadeg, dan Bukit Purut yang menawarkan panorama Kota Sidareja dari ketinggian. Namun potensi alam melimpah itu lama tidak dikelola menjadi sumber pendapatan yang nyata [2].

Di sisi lain, Sidareja menyimpan komunitas penghobi motor yang besar, dari kalangan remaja hingga dewasa, dari pengguna motor matic hingga motor trail. Para penghobi ini tidak memiliki arena resmi untuk menyalurkan hasrat berkendara secara aman dan terorganisasi. Mereka kerap berlatih di lahan-lahan tidak resmi yang rawan kecelakaan dan tidak memiliki standar keselamatan yang memadai [1].

Pertemuan antara dua realitas inilah yang mendorong lahirnya inovasi. Desa memiliki lahan menganggur seluas 7 hektar di kawasan perbukitan dengan kontur tanah yang secara alami cocok untuk sirkuit offroad, sementara komunitas motor di Sidareja memiliki kebutuhan nyata akan arena resmi. BUMDes Karya Mukti menangkap pertemuan peluang ini dan memutuskan mengubahnya menjadi peluang ekonomi desa [1].

 

Inovasi yang Diterapkan

Inovasi yang diterapkan adalah konversi tanah kas desa yang tidak produktif menjadi infrastruktur olahraga bertaraf nasional melalui pendekatan wisata olahraga. Sirkuit Grasstrack Bukit Nirwana dirancang mengikuti standar Peraturan Kejuaraan Nasional Grasstrack IMI, yang mensyaratkan panjang lintasan 1.000–2.000 meter, lebar minimum 8 meter, kontur bergelombang dengan jumpingan, dan sistem penggolongan kelas yang terstruktur [3].

Cara kerja inovasi ini berlapis ganda. Di satu sisi, sirkuit berfungsi sebagai arena latihan dan kompetisi yang menyediakan sarana olahraga aman bagi komunitas motor. Di sisi lain, setiap event balap secara otomatis mengundang ribuan penonton yang menggerakkan ekonomi warga melalui perdagangan makanan, minuman, dan jasa parkir. Dua fungsi ini saling menguatkan dalam satu lokasi yang sama [1].

 

Proses Penerapan Inovasi

Pembangunan sirkuit dimulai pada 2017. BUMDes Karya Mukti menggerakkan warga desa untuk bersama-sama mendesain dan menata kontur tanah di kawasan Bukit Nirwana. Semangat gotong royong menjadi penentu efisiensi biaya: seluruh pekerjaan penataan awal hanya menyerap anggaran Rp30 juta dari Dana Desa, jauh di bawah biaya pembangunan sirkuit grasstrack di daerah lain yang umumnya mencapai ratusan juta rupiah [1].

Setelah sirkuit siap, BUMDes menjalin kerja sama resmi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk menyelenggarakan event balap. Kemitraan dengan IMI menjadi kunci legitimasi, karena setiap event yang diselenggarakan di bawah naungan IMI memiliki struktur kelas, sistem penilaian, dan mekanisme keselamatan yang diakui secara nasional [4].

Dokumentasi yang tersedia tidak merinci adanya kegagalan konstruksi spesifik yang harus dikoreksi selama pembangunan; tantangan yang lebih nyata justru datang dari keterbatasan anggaran itu sendiri, yang dijawab dengan mengandalkan tenaga gotong royong warga alih-alih menyewa kontraktor profesional untuk seluruh penataan kontur lahan. Pengelolaan berjalan berkelanjutan: BUMDes Karya Mukti mengembangkan portofolio unit bisnis yang saling menopang, mencakup pengelolaan pasar desa, wisata view Bukit Julag Ngadeg, wisata Nirwana Penyarang Land, dan jasa persewaan tenda untuk keperluan pesta, memastikan arus pendapatan BUMDes tidak hanya bergantung pada frekuensi event grasstrack semata [1].

 

Tantangan, Kendala, dan Mitigasi

Tantangan teknis yang perlu diantisipasi adalah pemeliharaan lintasan sirkuit agar tetap memenuhi standar IMI sepanjang waktu. Kontur tanah berbukit rentan terhadap erosi, terutama di musim hujan, dan lintasan yang rusak dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pembalap [3]. Kendala ini dimitigasi dengan memasukkan biaya pemeliharaan berkala ke dalam rencana bisnis BUMDes agar keberlangsungan sirkuit terjaga.

Kendala lain adalah ketergantungan pendapatan pada frekuensi event; jika tidak ada event balap dalam waktu cukup lama, sirkuit tidak menghasilkan pendapatan [1]. Kendala ini dimitigasi melalui diversifikasi fungsi sirkuit dan lahan sekitarnya menjadi arena latihan berbayar, lokasi wisata, dan jasa persewaan tenda, sehingga BUMDes tetap menghasilkan pendapatan di luar jadwal event resmi.

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Keberhasilan utama inovasi ini terletak pada ketepatan membaca potensi lahan dan kebutuhan pasar secara bersamaan. Kontur tanah perbukitan yang miring dan bergelombang di Bukit Nirwana menjadi aset alam yang tidak perlu banyak direkayasa untuk memenuhi spesifikasi sirkuit grasstrack [3].

Faktor lain yang menentukan adalah kemitraan dengan IMI yang memberikan legitimasi nasional. Sirkuit desa yang sudah mendapat pengakuan IMI langsung terbuka menjadi tuan rumah kejuaraan resmi, yang meningkatkan jumlah peserta, penonton, dan efek ekonomi yang ditimbulkan. Kajian tentang BUMDes mengonfirmasi bahwa kemitraan dengan lembaga eksternal adalah salah satu strategi prioritas untuk meningkatkan PADes secara berkelanjutan [5].

 

Hasil dan Dampak Inovasi

Secara kuantitatif, hasil paling terukur adalah kontribusi BUMDes Karya Mukti kepada PADes Desa Penyarang sebesar Rp10 juta pada 2018, hanya satu tahun setelah sirkuit mulai beroperasi. Pencapaian ini diraih dari investasi awal hanya Rp30 juta. Setiap event balap yang diselenggarakan selalu menarik ribuan penonton, menciptakan keramaian ekonomi yang memberi peluang usaha nyata bagi warga desa [1].

Secara kualitatif, Sirkuit Bukit Nirwana menempatkan Desa Penyarang dalam peta olahraga otomotif nasional. Desa yang sebelumnya hanya dikenal sebagai kawasan perbukitan kini memiliki identitas baru sebagai tujuan event olahraga bermotor, setara dengan desa-desa lain seperti Desa Monterado di Kalimantan Barat yang juga menjadikan sirkuit grasstrack sebagai destinasi unggulan desa [6].

Dampak ekonomi bagi warga bersifat langsung dan tidak langsung: langsung melalui pendapatan dari perdagangan saat event berlangsung, dan tidak langsung melalui meningkatnya kunjungan ke kawasan wisata Desa Penyarang secara keseluruhan. Sirkuit menjadi magnet yang menarik orang datang untuk pertama kali, lalu sebagian di antara mereka kembali menikmati wisata alam Bukit Julag Ngadeg dan Nirwana Penyarang Land [1].

 

Sumber Pendanaan dan Model Bisnis

Modal pembangunan awal sirkuit bersumber dari Dana Desa sebesar Rp30 juta, yang digunakan untuk penataan kontur lahan dengan mengandalkan tenaga gotong royong warga, jauh lebih efisien dibanding biaya pembangunan sirkuit grasstrack di daerah lain yang umumnya mencapai ratusan juta rupiah [1].

Model pendapatan BUMDes Karya Mukti terdiversifikasi melalui beberapa unit usaha yang saling menopang: retribusi dan sewa lahan saat event balap sirkuit, pengelolaan pasar desa, wisata view Bukit Julag Ngadeg, wisata Nirwana Penyarang Land, dan jasa persewaan tenda untuk keperluan pesta warga. Diversifikasi ini memastikan arus kas BUMDes tidak semata bergantung pada frekuensi event grasstrack [1].

 

Pelajaran yang Dipetik

Keputusan mengandalkan gotong royong warga untuk penataan kontur lahan, alih-alih menyewa kontraktor profesional, terbukti menjadi kunci efisiensi biaya yang membuat modal Rp30 juta cukup untuk membangun sirkuit berstandar nasional [1]. Menjalin kemitraan resmi dengan IMI sejak sirkuit selesai dibangun juga terbukti mempercepat legitimasi dan kepercayaan peserta serta penonton dibanding membiarkan sirkuit beroperasi sebagai arena amatir tanpa pengakuan formal.

Jika memulai dari awal, rencana pemeliharaan lintasan terhadap risiko erosi musim hujan idealnya disusun sejak tahap desain awal, bukan diantisipasi setelah sirkuit beroperasi. Desa lain yang memiliki lahan kas desa menganggur dengan kontur berbukit disarankan memetakan komunitas olahraga di sekitarnya terlebih dahulu, memanfaatkan gotong royong warga untuk menekan biaya konstruksi, dan segera menjalin kemitraan dengan federasi olahraga resmi begitu fasilitas siap dioperasikan.

 

Strategi Keberlanjutan Inovasi

BUMDes Karya Mukti telah memiliki peta keberlanjutan yang matang. Selain sirkuit, BUMDes mengembangkan unit usaha jasa persewaan tenda yang menyasar warga desa yang membutuhkan peralatan pesta. Pendapatan dari unit bisnis ini mengalir tanpa bergantung pada jadwal event tertentu, memastikan BUMDes memiliki arus kas yang lebih stabil [1].

Untuk jangka panjang, desa merencanakan pengembangan kawasan secara terintegrasi. Bendungan air yang belum dimanfaatkan ditargetkan menjadi kolam pemancingan berbayar, sehingga kawasan Bukit Nirwana berkembang dari sekadar sirkuit menjadi kompleks wisata olahraga dan rekreasi yang komprehensif. Kawasan pohon pinus di sekitar sirkuit turut menyimpan potensi tree top adventure yang dapat dikembangkan di masa mendatang [1].

 

Kontribusi Pencapaian SDGs

Inovasi Sirkuit Grasstrack Bukit Nirwana berkontribusi pada berbagai dimensi SDGs, sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut.

No SDGs Penjelasan Indikator
SDGs 1: Tanpa Kemiskinan Setiap event balap menciptakan lapangan kerja informal bagi warga desa yang berjualan makanan, minuman, dan jasa parkir, mengalirkan pendapatan tunai ke rumah tangga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian. Ribuan penonton hadir dan berbelanja pada setiap event balap yang diselenggarakan.
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Pengelolaan sirkuit oleh BUMDes Karya Mukti mendorong pertumbuhan PADes, menciptakan ekosistem usaha desa yang mendorong kemandirian fiskal dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. PADes Desa Penyarang dari BUMDes Karya Mukti mencapai Rp10 juta pada 2018.
SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Konversi tanah kas desa menganggur menjadi sirkuit grasstrack berstandar nasional membuktikan bahwa aset lokal yang tidak produktif dapat ditransformasi menjadi investasi jangka panjang dengan modal yang efisien. Lahan 7 hektare yang menganggur diubah menjadi sirkuit sesuai standar Peraturan Grasstrack IMI dengan modal Rp30 juta.
SDGs 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan Sirkuit Bukit Nirwana menyediakan ruang publik olahraga yang aman dan terstandar bagi komunitas motor Sidareja, mengurangi praktik berlatih di lahan tidak resmi yang rawan kecelakaan. Komunitas motor Sidareja kini memiliki arena resmi berstandar IMI, bukan lahan latihan liar.
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Kerja sama BUMDes Karya Mukti dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) adalah model kemitraan desa dengan organisasi olahraga nasional yang memberi legitimasi, jaringan event, dan standar teknis yang tidak bisa dicapai desa secara mandiri. Sirkuit Bukit Nirwana beroperasi di bawah naungan resmi IMI untuk penyelenggaraan event balap.

 

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Model Desa Penyarang mudah direplikasi oleh desa-desa yang memiliki tanah kas menganggur dengan topografi bergelombang, terutama di kawasan perbukitan Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, dan Kalimantan. Kunci replikasinya hanya dua: petakan komunitas olahraga yang ada di kawasan tersebut, lalu tata lahan sesuai standar IMI dengan biaya minimal melalui pendekatan gotong royong warga dan Dana Desa [6].

Untuk scale up, sirkuit desa dapat dikembangkan menjadi venue kejuaraan daerah hingga regional dengan menambah fasilitas tribun penonton, paddock pembalap, dan sistem drainase lintasan. Pengalaman Sirkuit Grasstrack Jakabaring Sport City di Palembang, yang dibangun bertahap hingga mampu menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Grasstrack pada 2025 dengan potensi pengembangan lebih lanjut ke level internasional bila animo peserta dan hasil kejuaraan nasional terus positif, menunjukkan bahwa sirkuit desa yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang signifikan seiring waktu, meski jenjang menuju level internasional itu sendiri masih dalam tahap rencana, bukan capaian yang telah terealisasi [7].

 

Daftar Pustaka

[1] Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal, “BUMDes Karya Mukti Desa Penyarang Kembangkan Unit Usaha Jasa Persewaan Tenda,” inovasi.web.id, 4 Des. 2018. [Daring]. Tersedia: https://inovasi.web.id/bumdes-karya-mukti-desa-penyarang-kembangkan-unit-usaha-jasa-persewaan-tenda/.

[2] S. A. Izzatunnisa, “Asal Usul Desa Penyarang,” Kumparan, 28 Nov. 2025. [Daring]. Tersedia: https://kumparan.com/syifa-aulia-izzatunnisa/asal-usul-desa-penyarang-26KglNc4dQX.

[3] Ikatan Motor Indonesia, “Peraturan Grasstrack IMI 2024,” Scribd. [Daring]. Tersedia: https://id.scribd.com/document/754804237/Peraturan-Grsstrack-Imi-2024.

[4] Ikatan Motor Indonesia, “Regulasi Olahraga Sepeda Motor IMI 2026,” imi.id. [Daring]. Tersedia: https://imi.id/regulasi-olahraga-sepeda-motor/.

[5] Jurnal JEMSI, “Pengelolaan BUMDes dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan di Desa,” journal.lembagakita.org. [Daring]. Tersedia: https://journal.lembagakita.org/jemsi/article/download/2779/2114/9647.

[6] Suara Kalbar, “Sirkuit Grasstrack jadi Destinasi Unggulan Desa Monterado,” pontianak.suarakalbar.co.id, 7 Agu. 2019. [Daring]. Tersedia: https://pontianak.suarakalbar.co.id/2019/08/sirkuit-grasstrack-jadi-destinasi.html.

[7] Kompas TV Palembang, “Sirkuit Grasstrack Jakabaring, Dari Latihan ke Kejuaraan Dunia,” YouTube, 20 Jun. 2025. [Daring]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=_BvhEkxXG5M.

Data Inovasi

Nama Inovasi
Sirkuit Grasstrack Bukit Nirwana
Alamat
Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
Inovator
BUMDes Karya Mukti Desa Penyarang
Kontak
Sardi (Direktur BUMDes Karya Mukti), Telepon +62-813-2756-8463
Lokasi