Ringkasan Inovasi
Pemerintah Desa Tenilo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, mengubah hamparan pinggiran pantai pasir putih yang semula tidak terkelola menjadi destinasi wisata bahari bernama Pantai Ratu, atau populer disebut Pulau Ratu [1], [2]. Inovasi ini memanfaatkan Dana Desa untuk membangun cottage, koridor kayu di atas laut, gazebo, jembatan, dan dermaga yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Sejak dibuka pada Februari 2019, Pulau Ratu bertumbuh menjadi destinasi wisata bahari favorit di Kabupaten Boalemo. Dampaknya berlipat: Pendapatan Asli Desa (PADes) Tenilo meningkat, warga memperoleh penghasilan dari usaha kuliner dan parkir, promosi digital anak muda mempercepat popularitasnya, dan pemerintah kabupaten berkomitmen membangun jalan akses sepanjang 3 km menuju destinasi ini [3].
Latar Belakang
Kabupaten Boalemo menyimpan kekayaan alam pesisir yang luar biasa. Desa Tenilo menghadap Teluk Tomini dengan garis pantai panjang berpasir putih, keindahan bawah laut yang kaya hayati, dan bukit-bukit hijau yang mengitarinya. Namun selama bertahun-tahun, potensi itu tersimpan tanpa sentuhan pengembangan wisata yang serius [2].
Masyarakat desa membutuhkan sumber pendapatan alternatif selain sektor primer seperti nelayan dan pertanian. Pada saat yang sama, pariwisata berbasis alam pesisir sedang tumbuh pesat di seluruh Indonesia, dan model wisata bahari seperti Pulo Cinta di Botumoito, yang sudah dikenal hingga mancanegara, membuktikan bahwa potensi Teluk Tomini mampu menarik wisatawan dari luar daerah [4].
Peluang itu mendorong Kepala Desa Tenilo, Raflin Bia, mengambil langkah untuk mengembangkan kawasan pantai ini. Nama “Ratu” menjadi simbol yang bermakna ganda: merujuk pada legenda seorang ratu yang singgah dan terpikat keindahan pantai ini, sekaligus merupakan singkatan dari nama Kepala Desa dan istrinya, Raflin dan Tuti, yang menjadi pemrakarsa transformasi kawasan pantai ini [5].
Inovasi yang Diterapkan
Inovasi yang diterapkan adalah pengembangan kawasan wisata bahari berbasis ekonomi kerakyatan menggunakan Dana Desa sebagai modal investasi awal. Desa Tenilo membangun fasilitas wisata yang menghadirkan pengalaman “berada di atas laut” melalui koridor kayu yang meliuk-liuk di permukaan air, gazebo apung, cottage berukuran 4×6 meter di bibir pantai, jembatan kayu penghubung antarcottage, dan dermaga yang sekaligus menjadi spot foto favorit pengunjung [2], [1].
Inovasi ini bekerja melalui model pariwisata berbasis ekonomi rakyat di mana pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan model ini, warga desa diberi ruang untuk membuka usaha pendukung seperti warung makan, minuman, jasa parkir, dan sewa perahu, sehingga manfaat ekonomi wisata menyebar ke banyak keluarga, bukan hanya ke pengelola utama [3].
Proses Penerapan Inovasi
Proses dimulai dari musyawarah desa yang mengidentifikasi potensi pantai dan menyepakati alokasi Dana Desa untuk pembangunan fasilitas wisata. Pemerintah Desa Tenilo menyiapkan desain kawasan yang mengoptimalkan keindahan alami pantai, yaitu hamparan pasir putih, pemandangan Teluk Tomini, dan topografi bukit di latar belakangnya, sebagai modal utama daya tarik yang tidak perlu diciptakan dari nol [6].
Pembangunan fisik dimulai dengan konstruksi cottage, koridor kayu, dan dermaga yang selesai tepat waktu untuk dibuka pada Februari 2019. Setelah dibuka, pengembangan terus berjalan berdasarkan respons pasar dan masukan pengunjung. Strategi promosi digital yang tidak direncanakan secara formal justru menjadi katalis percepatan popularitas: wisatawan yang datang mengunggah foto dan video di media sosial, memicu efek berantai yang mendatangkan lebih banyak pengunjung tanpa biaya promosi berarti [7].
Satu pembelajaran penting muncul pada fase awal: proses pemanfaatan kawasan pesisir untuk fasilitas wisata ternyata membutuhkan kelengkapan izin resmi dari instansi kelautan dan perikanan provinsi yang belum sepenuhnya dipenuhi saat pembangunan berjalan. Hal ini sempat menjadi polemik, namun Pemerintah Kabupaten Boalemo bertindak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk melengkapi proses perizinan agar pengembangan Pantai Ratu berjalan sesuai regulasi tata ruang pesisir [8].
Tantangan, Kendala, dan Mitigasi
Tantangan awal yang paling nyata adalah belum tersedianya akses jalan yang memadai menuju Pantai Ratu. Kondisi jalan yang sulit ditempuh membatasi jumlah wisatawan yang bisa datang, terutama dari luar daerah yang tidak familiar dengan medan lokal [1]. Kendala ini dimitigasi melalui komitmen Bupati Boalemo mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sepanjang 3 km menuju destinasi ini.
Kendala kedua adalah kelengkapan izin pemanfaatan kawasan pesisir yang sempat dipersoalkan otoritas kelautan dan perikanan provinsi karena belum lengkap saat pembangunan fasilitas wisata berjalan [8]. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pengembangan wisata desa yang bergerak cepat kadang mendahului kerangka perizinan yang berlaku. Kendala ini dimitigasi dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk melengkapi proses legalisasi, hingga akhirnya Gubernur Gorontalo menandatangani rekomendasi izin Pantai Ratu pada Desember 2019, sehingga Pantai Ratu dapat terus berkembang dalam koridor perizinan yang lebih jelas [11].
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor utama keberhasilan Pulau Ratu adalah keberanian Kepala Desa Raflin Bia mengambil keputusan investasi menggunakan Dana Desa untuk sektor wisata yang sebelumnya belum umum dilakukan di desa-desa Boalemo. Visi yang melihat pantai bukan sebagai latar belakang kehidupan nelayan, melainkan sebagai aset ekonomi yang dapat dikembangkan, menjadi titik balik transformasi Desa Tenilo [5].
Faktor lain yang menentukan adalah promosi organik melalui media sosial yang dilakukan spontan oleh wisatawan. Foto-foto instagrammable di koridor kayu atas laut dan dermaga menyebar luas tanpa biaya, mengundang rasa ingin tahu ribuan pengguna media sosial untuk datang dan mengalaminya sendiri. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang membantu proses perizinan turut mempercepat pertumbuhan wisata ini [3].
Hasil dan Dampak Inovasi
Dalam waktu singkat sejak dibuka Februari 2019, Pulau Ratu berhasil menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah secara konsisten. Destinasi ini menghadirkan pilihan beragam bagi pengunjung: menikmati pasir putih, bersantai di gazebo apung, bermalam di cottage, snorkeling dan menyelam untuk menjelajahi keanekaragaman hayati bawah laut Teluk Tomini, hingga menikmati panorama perbukitan dari dermaga kayu [9], [2].
Secara ekonomi, keberadaan Pantai Ratu mendatangkan manfaat berlapis bagi warga Desa Tenilo. Pendapatan mengalir dari tiket masuk wisata, sewa cottage, sewa perahu, warung makan dan minuman, serta jasa parkir kendaraan. Seluruh arus pendapatan ini bermuara pada meningkatnya PADes dan bertambahnya sumber penghasilan bagi keluarga-keluarga warga desa yang sebelumnya hanya mengandalkan hasil laut dan pertanian [10].
Sumber Pendanaan dan Model Bisnis
Modal pembangunan Pulau Ratu bersumber dari Dana Desa yang dialokasikan Pemerintah Desa Tenilo untuk membangun cottage, koridor kayu, gazebo, jembatan, dan dermaga [2], [1]. Dokumentasi yang tersedia tidak merinci besaran total investasi awal secara spesifik.
Model pendapatan bertumpu pada tiket masuk, sewa cottage, sewa perahu, serta usaha pendukung warga seperti warung makan, minuman, dan jasa parkir yang dikelola mandiri oleh masyarakat di bawah koordinasi BUMDes. Seluruh penerimaan resmi dari pengelolaan kawasan dicatat sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa [10], [3].
Pelajaran yang Dipetik
Keputusan menjadikan keindahan alami pantai, pasir putih, panorama Teluk Tomini, dan topografi bukit, sebagai modal utama daya tarik tanpa perlu menciptakan atraksi buatan dari nol, terbukti menjadi strategi yang efisien dan efektif menarik wisatawan sejak hari pembukaan [6]. Membiarkan promosi berjalan organik lewat media sosial pengunjung juga terbukti menjadi kanal pemasaran yang jauh lebih murah dibanding promosi berbayar konvensional.
Jika memulai dari awal, kelengkapan izin pemanfaatan kawasan pesisir idealnya diselesaikan bersamaan dengan tahap perencanaan pembangunan, bukan menyusul setelah fasilitas mulai beroperasi dan menimbulkan polemik. Desa pesisir lain yang ingin menerapkan model serupa disarankan berkoordinasi lebih awal dengan dinas kelautan dan perikanan provinsi terkait perizinan pemanfaatan kawasan pesisir, sembari tetap mengandalkan keindahan alam yang sudah ada sebagai daya tarik utama.
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan Pulau Ratu dirancang melalui skema pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan yang menempatkan BUMDes sebagai pengelola utama dengan warga sebagai pelaku usaha pendukung. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi, diharapkan terus memperkuat promosi dan infrastruktur destinasi ini dari tingkat provinsi [3].
Untuk jangka panjang, Desa Tenilo memiliki peluang mengintegrasikan dua aset wisata yang dimilikinya, Pantai Ratu dan Air Terjun Tenilo, menjadi satu paket wisata desa yang komprehensif. Dengan dukungan jalan akses yang sedang diupayakan, diversifikasi produk wisata ini akan memperpanjang waktu tinggal wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi lebih banyak warga desa [12].
Kontribusi Pencapaian SDGs
Inovasi wisata Pantai Ratu Desa Tenilo berkontribusi pada berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan, sebagaimana dirinci dalam tabel berikut.
| No SDGs | Penjelasan | Indikator |
| SDGs 1: Tanpa Kemiskinan | Wisata Pantai Ratu membuka lapangan kerja dan usaha baru bagi warga Desa Tenilo melalui warung makan, parkir, sewa perahu, dan layanan cottage. | Warga desa memperoleh penghasilan tambahan dari usaha kuliner, parkir, dan penyewaan perahu di kawasan wisata. |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | Model pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan yang diterapkan BUMDes mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan PADes dari sektor wisata yang sebelumnya tidak ada. | PADes Desa Tenilo tercatat meningkat sejak Pulau Ratu beroperasi pada Februari 2019. |
| SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur | Pembangunan koridor kayu, cottage, gazebo, jembatan, dan dermaga menggunakan Dana Desa menunjukkan inovasi infrastruktur wisata berbasis sumber daya lokal. | Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen membangun akses jalan sepanjang 3 km menuju destinasi. |
| SDGs 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan | Wisata Pantai Ratu mengembangkan kawasan pesisir dengan menempatkan warga sebagai pelaku utama ekonomi wisata dan membangun identitas budaya lokal melalui legenda Ratu. | Pengelolaan kawasan sepenuhnya diserahkan kepada BUMDes Desa Tenilo dengan partisipasi warga. |
| SDGs 14: Ekosistem Lautan | Pengembangan wisata bahari yang mengandalkan keanekaragaman hayati Teluk Tomini mendorong kesadaran warga dan wisatawan menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai daya tarik utama. | Snorkeling dan diving di perairan Teluk Tomini menjadi bagian aktivitas wisata Pantai Ratu. |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan | Pengembangan Pantai Ratu melibatkan kemitraan antara pemerintah desa, BUMDes, Pemerintah Kabupaten Boalemo, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo. | Koordinasi lintas pemerintahan menyelesaikan proses perizinan pemanfaatan kawasan pesisir wisata. |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model pengembangan wisata Desa Tenilo dapat direplikasi oleh desa-desa pesisir lain yang memiliki potensi pantai namun belum terkelola. Kunci replikasinya adalah mengidentifikasi daya tarik alam yang sudah ada, merancang fasilitas yang mempertegas keindahan alami tersebut, mengurus kelengkapan izin pemanfaatan kawasan sejak tahap awal, dan menggunakan Dana Desa sebagai modal awal dengan skema BUMDes agar manfaat ekonomi menyebar ke seluruh warga [13].
Untuk scale up, Pantai Ratu dapat berkembang menjadi destinasi yang bersaing dengan Pulo Cinta di Botumoito melalui penambahan cottage, paket diving dan snorkeling, dan pemasaran digital yang lebih terstruktur. Dukungan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menjadi fondasi penting bagi Pantai Ratu untuk melangkah dari destinasi lokal menuju destinasi yang dikenal lebih luas [3].
Daftar Pustaka
[1] Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal, “ID 00584: Pulau Ratu, Desa Tenilo Kembangkan Wisata Pantai Pasir Putih dengan Dana Desa,” inovasi.web.id, 21 Jun. 2020. [Daring]. Tersedia: https://inovasi.web.id/pulau-ratu-desa-tenilo-kembangkan-wisata-pantai-pasir-putih-dengan-dana-desa/.
[2] Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, “Pantai Ratu,” pariwisata.gorontaloprov.go.id, 23 Mei 2023. [Daring]. Tersedia: https://pariwisata.gorontaloprov.go.id/publik/detail_destinasi/pantai-ratu.
[3] Berita Gorontalo, “Boalemo Kembangkan Destinasi Wisata Berbasis Ekonomi Kerakyatan,” berita.gorontaloprov.go.id, 12 Jun. 2019. [Daring]. Tersedia: https://berita.gorontaloprov.go.id/2019/06/12/boalemo-kembangkan-destinasi-wisata-berbasis-ekonomi-kerakyatan/.
[4] DJP RI, “Pulo Cinta: Serpihan Surga Maldives van Nusantara,” stats.pajak.go.id, 13 Mar. 2024. [Daring]. Tersedia: http://stats.pajak.go.id/id/artikel/pulo-cinta-serpihan-surga-maldives-van-nusantara.
[5] YouTube, “Ratu Boalemo Beach! An Instagrammable Spot,” 25 Mar. 2025. [Daring]. Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=G8mMZdF2jBY.
[6] Antara Gorontalo, “Wisata Pantai Ratu Boalemo Suguhkan Pasir Putih dan Panorama Alam,” gorontalo.antaranews.com, 7 Agu. 2020. [Daring]. Tersedia: https://gorontalo.antaranews.com/berita/126906/wisata-pantai-ratu-boalemo-suguhkan-pasir-putih-dan-panorama-alam.
[7] Klaster Oleander, “Pulau Ratu Boalemo,” klaster-oleander.my.id. [Daring]. Tersedia: https://klaster-oleander.my.id/Baca-berita-Ri9zdCtvZGlJTVlJOXJYUTk5RnBrUT09.
[8] Jatimexplore, “Obyek Wisata Pantai Ratu, DKP Provinsi: Belum Kantongi Izin Pemanfaatan Wilayah Pesisir,” jatimexplore.net, 19 Jun. 2019. [Daring]. Tersedia: https://jatimexplore.net/2019/06/19/obyek-wisata-pantai-ratu-dkp-provinsi-belum-kantongi-izin-pemanfaatan-wilayah-pesisir/.
[9] Waktu News, “Pantai Ratu Boalemo, Favorit Para Pecinta Diving dan Snorkeling,” waktu.news, 22 Feb. 2021. [Daring]. Tersedia: https://waktu.news/pantai-ratu/.
[10] Z. Sasaja, “Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Asli Desa dari Kawasan Wisata Pantai Ratu,” zulkiflisasaja.wordpress.com, 28 Sep. 2019. [Daring]. Tersedia: https://zulkiflisasaja.wordpress.com/.
[11] Berita Gorontalo, “Gubernur Gorontalo Siap Teken Izin Pantai Ratu,” berita.gorontaloprov.go.id, 13 Des. 2019. [Daring]. Tersedia: https://berita.gorontaloprov.go.id/2019/12/13/gubernur-gorontalo-siap-teken-izin-pantai-ratu/.
[12] Desa Patoameme, “Pantai Ratu Boalemo,” patoameme.digitaldesa.id. [Daring]. Tersedia: https://patoameme.digitaldesa.id/wisata/pantai-ratu-boalemo.
[13] DJPb Kementerian Keuangan RI, “Merajut Asa Kemandirian Desa,” djpb.kemenkeu.go.id, 17 Nov. 2021. [Daring]. Tersedia: https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/marisa/id/data-publikasi/artikel/2868-merajut-asa-kemandirian-desa.html.