Ringkasan Inovasi

BUMDes Pelangi di Desa Atoga Timur, Kecamatan Motongkad (sebelumnya bagian dari Kecamatan Nuangan sebelum pemekaran wilayah), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara, membangun destinasi wisata alam sungai bertajuk Atoga River View (ARV) Outbond sejak awal Desember 2018, mengubah aliran sungai dan lanskap desa yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi menjadi destinasi wisata yang dikenal luas di Boltim [1]. Inovasi ini lahir dari pengalaman sebelumnya BUMDes mengelola unit usaha kerajinan tangan, kemudian berkembang menjadi wahana wisata petualangan alam dengan beragam spot foto yang menarik pengunjung dari dalam dan luar Boltim [2]. Dalam kurun waktu belum genap setahun beroperasi, ARV Outbond dilaporkan menyumbang pendapatan asli desa di atas Rp300 juta dan menyerap lebih dari 60 tenaga kerja lokal [3]. Pada 25 November 2019, dalam Rapat Koordinasi Nasional Program Inovasi Desa di Jakarta, BUMDes Pelangi menerima penghargaan Terbaik Kedua Nasional kategori BUMDes Inovatif dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi [4].

 

Latar Belakang

Desa Atoga Timur di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, menyimpan kekayaan alam berupa aliran sungai jernih yang dikelilingi perbukitan tropis, potensi yang selama bertahun-tahun hanya dinikmati warga sebagai pemandangan sehari-hari tanpa nilai ekonomi. Tingkat pengangguran yang relatif tinggi dan minimnya lapangan kerja mendorong pemuda-pemudi Atoga Timur merantau ke kota [2].

Pendapatan asli desa bertumpu hampir sepenuhnya pada transfer Dana Desa dari pemerintah pusat, tanpa unit usaha produktif yang menghasilkan pendapatan mandiri secara berkelanjutan, membuat desa rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal nasional [5].

Kesadaran bahwa alam desa adalah aset yang belum dioptimalkan mendorong BUMDes Pelangi dan Pemerintah Desa Atoga Timur mencari peluang di sektor wisata alam yang sedang tumbuh di Indonesia, terutama karena sungai dan lanskap desa yang autentik menjadi daya tarik tersendiri dibanding wisata buatan di kota besar [1], [6].

 

Inovasi yang Diterapkan

Pemerintah Desa Atoga Timur bersama BUMDes Pelangi merancang konsep ARV Outbond sebagai destinasi wisata petualangan yang memadukan keindahan alam sungai dengan beragam wahana dan spot foto, seperti jembatan gantung, sepeda gantung, area foto balon udara, dan terowongan warna-warni [2], [1].

Inovasi ini merupakan kelanjutan dari unit usaha pertama BUMDes Pelangi di bidang kerajinan tangan, yang memberi fondasi kapasitas manajerial dan kepercayaan komunitas sebelum desa masuk ke sektor pariwisata yang lebih kompleks [2]. Cara kerja ekosistem inovasi ini bertumpu pada tiga pilar: pengelolaan wahana oleh tenaga kerja lokal, promosi melalui media sosial yang memanfaatkan daya sebar konten visual wahana, dan dukungan infrastruktur dari pemerintah desa berupa pembangunan jalan akses menuju lokasi ARV [2].

 

Proses Penerapan Inovasi

BUMDes Pelangi memulai perjalanan inovasinya dari skala yang lebih kecil dan berisiko rendah: unit usaha kerajinan tangan yang memberi pembelajaran tentang pengelolaan keuangan, manajemen SDM, dan pengembangan pasar di tingkat lokal. Kapasitas organisasi dari pengalaman ini menjadi bekal saat BUMDes memutuskan masuk ke sektor pariwisata pada 2018 [2].

Pembangunan wahana ARV Outbond dilakukan bertahap dengan memadukan Dana Desa, swadaya masyarakat, dan reinvestasi laba dari unit usaha sebelumnya [1]. Proses ini tidak selalu berjalan mulus: pembangunan jembatan bambu sempat menghadapi kendala teknis akibat pemilihan material bambu yang kurang tahan terhadap fluktuasi debit air sungai, memaksa tim lapangan belajar ulang teknik konstruksi bambu yang lebih tahan air dan lebih aman bagi pengunjung [6].

Kegagalan teknis awal ini menjadi pembelajaran, bukan sekadar hambatan. BUMDes kemudian menyusun SOP konstruksi dan perawatan wahana berbasis alam yang lebih ketat, termasuk prosedur inspeksi rutin sebelum area dibuka setiap hari, yang terbukti meningkatkan keamanan sekaligus memperpanjang usia operasional wahana [5].

 

Tantangan, Kendala, dan Mitigasi

Tantangan operasional terbesar adalah ketergantungan pada kondisi cuaca dan debit sungai yang berubah mengikuti musim. Ketika musim hujan tiba dan debit sungai meningkat drastis, beberapa wahana harus ditutup sementara demi keselamatan pengunjung, berdampak langsung pada penurunan kunjungan dan pendapatan BUMDes pada periode tersebut [6]. Kendala ini dimitigasi melalui prosedur inspeksi rutin dan penutupan wahana sementara berbasis pemantauan debit air, alih-alih memaksakan operasional yang berisiko bagi keselamatan wisatawan.

Tantangan kedua adalah keterbatasan kapasitas SDM lokal dalam standar manajemen pariwisata profesional, mulai dari pelayanan wisatawan, manajemen keselamatan wahana, hingga pengelolaan keuangan BUMDes yang semakin kompleks seiring skala bisnis yang membesar [5]. Kendala ini dimitigasi melalui investasi waktu dan anggaran untuk pelatihan SDM secara berkelanjutan, mengikuti pertumbuhan popularitas destinasi.

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Sinergi antara BUMDes Pelangi dan Pemerintah Desa Atoga Timur menjadi faktor penting: bukan sekadar dukungan verbal kepala desa, melainkan aksi nyata berupa pembangunan fasilitas jalan masuk ke lokasi ARV Outbond yang menjamin aksesibilitas bagi wisatawan dari luar daerah [2], [4].

Faktor kedua adalah strategi promosi yang memanfaatkan daya sebar konten visual di media sosial. Desain wahana yang dibuat menarik secara visual menciptakan promosi yang relatif murah dibanding iklan berbayar, membawa pengunjung tidak hanya dari dalam Boltim, tetapi juga dari luar provinsi Sulawesi Utara [3], [2].

 

Hasil dan Dampak Inovasi

Dampak ekonomi yang tercatat cukup cepat: dalam kurun belum genap setahun beroperasi, ARV Outbond dilaporkan menghasilkan pendapatan asli desa di atas Rp300 juta dan menyerap lebih dari 60 tenaga kerja lokal, dari operator wahana, pemandu wisata, penjual kuliner, hingga staf parkir dan keamanan [3], [2].

Dari sisi sosial, terserapnya tenaga kerja lokal, khususnya pemuda, memberi alasan bagi sebagian warga muda untuk membangun masa depan di kampung sendiri, alih-alih merantau ke kota [1], [5].

Pengakuan datang pada 25 November 2019: Sangadi Kano Ngato menerima penghargaan Terbaik Kedua Nasional kategori BUMDes Inovatif dari Kementerian Desa PDTT dalam Rapat Koordinasi Nasional Program Inovasi Desa [4]. Pada ajang yang sama, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur turut menerima penghargaan sebagai salah satu pelaksana inovasi desa terbaik secara nasional, menunjukkan pengakuan ini tidak hanya menyasar satu BUMDes, tetapi juga ekosistem inovasi desa di tingkat kabupaten [8]. Sebelum pengumuman resmi ini, media lokal sempat memberitakan BUMDes Pelangi masuk daftar calon penerima apresiasi terkait, meski detail keterlibatan langsung Presiden dalam penyerahan penghargaan ini tidak dapat dipastikan dari dokumentasi yang tersedia [7].

 

Sumber Pendanaan dan Model Bisnis

Pembangunan ARV Outbond dibiayai dari kombinasi Dana Desa, swadaya masyarakat, dan reinvestasi laba dari unit usaha kerajinan tangan yang telah berjalan sebelumnya [1]. Dokumentasi yang tersedia tidak merinci besaran total investasi awal secara spesifik.

Model pendapatan bertumpu pada tiket masuk dan biaya wahana wisata, penjualan kuliner dan suvenir oleh warga lokal, serta jasa pemanduan wisata, dengan sebagian pendapatan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa dan sebagian lagi direinvestasikan untuk peremajaan wahana [3].

 

Pelajaran yang Dipetik

Keputusan yang terbukti tepat adalah memulai dari unit usaha berisiko rendah (kerajinan tangan) untuk membangun kapasitas manajerial dan kepercayaan warga, sebelum melangkah ke sektor pariwisata yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan investasi lebih besar [2]. Belajar dari kegagalan konstruksi jembatan bambu untuk menyusun SOP konstruksi dan inspeksi rutin juga terbukti krusial menjaga keselamatan wahana yang terus digunakan.

Jika memulai dari awal, uji ketahanan material konstruksi terhadap kondisi lingkungan spesifik (seperti fluktuasi debit air sungai) idealnya dilakukan sebelum pembangunan penuh, bukan ditemukan sebagai masalah setelah wahana dibangun. Desa lain yang memiliki aset alam serupa disarankan memulai dari unit usaha kecil untuk membangun kapasitas kelembagaan terlebih dahulu, memastikan pemerintah desa turut menyediakan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, dan merancang wahana yang mempertimbangkan karakteristik lingkungan lokal secara spesifik sebelum konstruksi skala penuh.

 

Strategi Keberlanjutan Inovasi

BUMDes Pelangi menjaga keberlanjutan ARV Outbond melalui reinvestasi bertahap: sebagian pendapatan wisata disisihkan untuk peremajaan dan penambahan wahana secara berkala agar destinasi memiliki daya tarik baru yang mendorong kunjungan berulang [2].

Kemitraan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan jaringan program inovasi desa nasional diperkuat untuk mendapatkan dukungan pelatihan SDM dan akses promosi ke jaringan wisata yang lebih luas. Pengelolaan data kunjungan wisatawan sebagai dasar pengambilan keputusan mulai diterapkan agar arah pengembangan ARV Outbond berbasis bukti [5]. Informasi perkembangan ARV Outbond dan profil Desa Atoga Timur juga dipublikasikan melalui portal resmi desa sebagai kanal transparansi bagi warga dan calon wisatawan [10].

 

Kontribusi Pencapaian SDGs

Inovasi ARV Outbond BUMDes Pelangi Desa Atoga Timur berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut.

No SDGs Penjelasan Indikator
SDGs 1: Tanpa Kemiskinan ARV Outbond menciptakan sumber Pendapatan Asli Desa yang mengurangi ketergantungan fiskal pada transfer Dana Desa, dan memberi penghasilan kepada warga lokal yang bekerja di ekosistem wisata. Pendapatan asli desa di atas Rp300 juta tercatat dalam waktu kurang dari satu tahun operasional.
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Wisata ARV Outbond menyerap tenaga kerja lokal sebagai operator wahana, pemandu wisata, staf kuliner, dan petugas keamanan. Lebih dari 60 tenaga kerja lokal terserap dalam operasional ARV Outbond.
SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan Desa Atoga Timur yang berada jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara membangun destinasi wisata yang diakui hingga tingkat nasional. BUMDes Pelangi meraih Terbaik Kedua Nasional kategori BUMDes Inovatif pada 2019.
SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan Pengembangan ARV Outbond yang memanfaatkan lanskap sungai alami sebagai aset wisata mendorong pengelolaan lingkungan desa yang lebih tertata bagi wisatawan. Akses jalan menuju lokasi ARV dibangun pemerintah desa untuk mendukung kunjungan wisatawan.
SDGs 15: Ekosistem Daratan Nilai ekonomi dari ekosistem sungai memberi insentif bagi warga menjaga kebersihan dan kelestariannya sebagai aset utama destinasi wisata. Aliran sungai dan lanskap perbukitan tropis tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama wisata.
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Sinergi BUMDes Pelangi dengan Pemerintah Desa Atoga Timur, Dinas Pariwisata Boltim, dan Kementerian Desa PDTT menjadi model kemitraan lintas tingkat pemerintahan. Kabupaten Boltim turut menerima penghargaan pelaksana inovasi desa terbaik nasional pada acara yang sama.

 

Replikasi dan Scale Up Inovasi

Model ARV Outbond BUMDes Pelangi relevan direplikasi oleh desa yang memiliki sungai, danau, air terjun, atau lanskap alam lain yang belum dioptimalkan sebagai aset ekonomi desa. Tiga elemen inti yang dapat ditransfer adalah pemetaan potensi alam lokal, desain wahana yang menarik secara visual untuk mendukung promosi media sosial, dan sinergi nyata antara BUMDes dengan pemerintah desa dalam penyediaan infrastruktur pendukung [2], [6].

BUMDes Pelangi Atoga Timur telah beberapa kali menjadi tujuan studi banding dari desa lain yang tertarik mereplikasi model wisata sungai berbasis BUMDes. Dengan pengakuan dari Kementerian Desa PDTT, model pengembangan desa wisata melalui BUMDes ini berpotensi direplikasi lebih luas, khususnya di desa-desa kawasan timur Indonesia yang memiliki kekayaan alam namun belum memiliki model bisnis yang tepat untuk mengelolanya [4], [9].

 

Daftar Pustaka

[1] BeritaManado, “Atoga River View Dikembangkan Dari Dana Desa,” beritamanado.com. [Daring]. Tersedia: https://beritamanado.com/atoga-river-view-dikembangkan-dari-dana-desa/.

[2] Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal, “Sukses Kelola Potensi Desa, BUMDes Pelangi Desa Atoga Timur Raih Penghargaan Nasional,” inovasi.web.id, 19 Mar. 2020. [Daring]. Tersedia: https://inovasi.web.id/sukses-kelola-potensi-desa-bumdes-pelangi-desa-atoga-timur.

[3] TravelingYuk, “Atoga River View, Wisata Outbound Kekinian dengan Banyak Spot Foto Pertama di Boltim,” travelingyuk.com. [Daring]. Tersedia: https://travelingyuk.com/atoga-river-view/183996/.

[4] BeritaManado, “Terbaik II BUMDes Inovatif, Desa Atoga Timur Terima Penghargaan dari Kementerian,” beritamanado.com, 25 Nov. 2019. [Daring]. Tersedia: https://beritamanado.com/terbaik-ii-bumdes-inovatif-desa-atoga-timur.

[5] Jurnal Kebijakan Publik UNRI, “Pengembangan Desa Wisata Berbasis BUMDes,” Universitas Riau, vol. 12, no. 2, 2021. [Daring]. Tersedia: https://jkp.ejournal.unri.ac.id.

[6] Repository IPDN, “Pengelolaan Objek Wisata Berbasis Community Based Tourism,” eprints.ipdn.ac.id, 2022. [Daring]. Tersedia: http://eprints.ipdn.ac.id/16003.

[7] BeritaManado, “BUMDes Pelangi Desa Atoga Timur Bakal Terima Penghargaan dari Presiden,” beritamanado.com, 13 Nov. 2019. [Daring]. Tersedia: https://beritamanado.com/bumdes-pelangi-desa-atoga-timur-bakal-terima-penghargaan-dari-presiden.

[8] BeritaTotabuan, “Boltim Terima Penghargaan Pelaksana Inovasi Desa Terbaik Secara Nasional,” beritatotabuan.com, 24 Nov. 2019. [Daring]. Tersedia: https://beritatotabuan.com/boltim-penghargaan-inovasi-desa-terbaik.

[9] Bumdes.id, “Program Pengembangan Desa Wisata melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa),” bumdes.id, 8 Mar. 2026. [Daring]. Tersedia: https://bumdes.id/artikel/program-pengembangan-desa-wisata.

[10] Pemerintah Desa Atoga Timur, “Portal Resmi Desa Atoga Timur,” atogatimur.desa.id. [Daring]. Tersedia: http://atogatimur.desa.id.

Data Inovasi

Nama Inovasi
Atoga River View (ARV) Outbond - Wisata Alam Sungai Berbasis BUMDes Pelangi Desa Atoga Timur
Alamat
Desa Atoga Timur, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara
Inovator
BUMDes Pelangi Desa Atoga Timur dan Pemerintah Desa Atoga Timur
Kontak
Sangadi Kano Ngato (Kepala Desa Atoga Timur), Telepon +62-823-4331-2853, Website http://atogatimur.desa.id
Lokasi