Ringkasan Inovasi
BUMDes Bondalem di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, membangun model desa pesisir lestari yang menyatukan tiga pilar secara terpadu: ekowisata penyelaman berbasis konservasi terumbu karang, pengolahan sampah rumah tangga skala desa, dan pemanfaatan energi surya untuk pasokan air bersih warga. Inovasi ini lahir dari keberanian desa mengubah ancaman kerusakan lingkungan menjadi fondasi ekonomi yang berkelanjutan. [1][2]
Dampak paling nyata dari inovasi ini adalah pulihnya ekosistem terumbu karang yang kini menjadi daya tarik wisata internasional, terkuranginya volume sampah yang masuk ke pantai, dan penghematan biaya operasional listrik hingga 30 persen melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang melayani lebih dari 2.500 pelanggan air bersih. [3]
Latar Belakang
Desa Bondalem menghadap Laut Jawa di pesisir utara Buleleng dan menyimpan kekayaan ekosistem bawah laut yang luar biasa. Namun, pada masa lalu, keindahan itu terancam oleh kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan pencemaran sampah plastik dari darat yang mengalir ke pantai. [4]
Warga dan pemerintah desa menghadapi dilema nyata: menghidupkan ekonomi tanpa mengorbankan alam. Ketiadaan pengelolaan limbah rumah tangga yang memadai mengancam kebersihan pantai, sementara biaya operasional pompa air bersih yang bertumpu pada listrik PLN membebani keuangan desa yang terbatas. [5]
Situasi ini mendorong para tokoh lokal untuk merumuskan satu payung inovasi yang mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. Desa tidak ingin sekadar menjadi lokasi alam yang dieksploitasi, melainkan menjadi pengelola aktif yang membuktikan bahwa pelestarian lingkungan adalah investasi ekonomi paling menguntungkan. [1]
Inovasi yang Diterapkan
BUMDes Bondalem menerapkan model desa ekologis terpadu melalui tiga unit usaha yang saling menopang. Unit pertama adalah Bondalem Eco Dive, pusat ekowisata penyelaman yang tidak hanya melayani tamu, tetapi juga mewajibkan wisatawan ikut menanam bibit karang di dasar laut sebagai bagian dari pengalaman wisata. [6][7]
Unit kedua adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang memilah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai jual, sementara sisa anorganik disalurkan sebagai bahan campuran material konstruksi. Unit ketiga adalah instalasi PLTS yang menggerakkan pompa sumur bor sebagai sumber air bersih komunal bagi ribuan warga, menggantikan ketergantungan pada listrik PLN yang berbiaya tinggi. [8][2]
Proses Penerapan Inovasi
Akar inovasi ini berasal dari gerakan akar rumput. Pada awal 2000-an, Nyoman Sugiarta memulai konservasi terumbu karang secara mandiri di Desa Bondalem—sebuah langkah yang kemudian memicu kesadaran kolektif warga untuk bersama-sama membersihkan pantai dan menjaga ekosistem laut. [4]
Pada 2017, Bondalem Eco Dive resmi dibuka sebagai pusat penyelaman yang juga mendukung konservasi, dan pada 2018 BUMDes resmi berdiri untuk menaungi seluruh unit usaha ekologis desa dalam satu kelembagaan yang terstruktur. Dalam proses membangun unit pengelolaan sampah, pengelola menjalani serangkaian uji coba komposisi pencampuran limbah organik dan bahan fermentasi sebelum menemukan formula pupuk kompos yang menghasilkan kualitas terbaik. [6]
Transisi sistem penyediaan air bersih dari listrik PLN ke PLTS dilakukan secara bertahap dengan hati-hati agar pasokan air harian warga tidak terganggu selama masa peralihan. PLTS di Bondalem bahkan menjadi pilot project pengadaan energi surya di Kabupaten Buleleng, sebuah pengakuan resmi atas keberanian desa berinovasi di bidang energi terbarukan. [8]
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor penentu utama adalah komitmen warga yang berakar pada nilai kearifan lokal Tri Hita Karana—keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan—yang telah lama menjadi panduan hidup masyarakat Bali. Nilai ini membuat warga dengan kesadaran penuh memilah sampah, menjaga kebersihan pantai, dan berpartisipasi aktif dalam program konservasi tanpa perlu paksaan. [9]
Faktor kedua adalah sinergi kelembagaan yang kuat antara BUMDes, pemerintah desa, Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas), dan pemerintah kabupaten. Dukungan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng serta masuknya Desa Bondalem ke dalam program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memperkuat daya tahan inovasi dengan tambahan sumber daya teknis dan finansial dari luar desa. [10][11]
Hasil dan Dampak Inovasi
Bondalem Eco Dive berkembang menjadi pusat ekowisata bahari yang dikenal di kawasan Bali Utara dan mulai menarik wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman menyelam sekaligus berkontribusi pada pelestarian terumbu karang. Desa Bondalem kini menjadi salah satu lokasi program restorasi terumbu karang resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dengan 50 penyelam profesional yang pernah diterjunkan dalam satu sesi penerjunan struktur karang pada akhir 2024. [11]
Dari sisi pengelolaan sampah, TPST Bondalem mampu menyerap hingga tiga ton sampah per hari dan menghasilkan sekitar satu ton pupuk kompos per bulan yang memberikan pendapatan tambahan bagi kas desa. Pemasangan PLTS berhasil menghemat biaya operasional listrik pompa air hingga 30 persen, dengan air bersih yang kini dinikmati lebih dari 2.500 pelanggan—sebuah pencapaian yang menjadikan Bondalem pilot project PLTS pertama di Buleleng. [3][5]
Dampak yang melampaui angka adalah perubahan cara pandang warga terhadap lingkungan. Kebersihan pantai, keterjagaan terumbu karang, dan ketersediaan air bersih membentuk kualitas hidup yang memungkinkan Desa Bondalem menarik investasi wisata, mendirikan penginapan berkualitas, dan membangun citra sebagai desa pesisir lestari yang paling konsisten di pantai utara Bali. [2]
Tantangan dan Kendala
Tantangan terbesar adalah konsistensi partisipasi warga dalam memilah sampah rumah tangga, terutama di saat musim liburan ketika volume limbah melonjak jauh di atas kapasitas normal TPST. Tanpa kedisiplinan pemilahan dari sumber, kualitas pupuk kompos yang dihasilkan bisa menurun dan mengurangi nilai jual produk yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama unit ini. [12]
Kendala lain adalah keterbatasan kapasitas PLTS yang saat ini baru mampu menggerakkan satu dari lima titik sumur bor yang dimiliki desa. Perluasan kapasitas panel surya membutuhkan investasi yang signifikan, sementara pendapatan BUMDes yang sebagian besar masih bersumber dari tarif wisata rentan terhadap fluktuasi musim dan kondisi pariwisata yang tidak dapat diprediksi. [5]
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Keberlanjutan inovasi ini dijaga melalui tiga mekanisme utama. Pertama, pelibatan rutin mahasiswa dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk memantau kondisi tutupan terumbu karang dan memberikan rekomendasi ilmiah secara berkala. Kedua, penguatan disiplin iuran pengelolaan sampah dan tarif air bersih yang dikelola secara transparan oleh BUMDes untuk memastikan arus kas operasional tetap sehat. [1]
Ketiga, BUMDes aktif menjajaki perluasan kapasitas PLTS agar seluruh titik sumur bor desa dapat beralih ke energi surya, serta memperluas pasar pupuk kompos ke kawasan pertanian di Bali Tengah. Kolaborasi berkelanjutan dengan Dinas Lingkungan Hidup Buleleng dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memastikan desa mendapat dukungan teknis dan regulasi yang diperlukan untuk menjaga standar konservasi di jangka panjang. [10]
Kontribusi Pencapaian SDGs
BUMDes Bondalem menghadirkan bukti nyata bahwa inovasi desa yang mengintegrasikan dimensi lingkungan, ekonomi, dan sosial secara bersamaan mampu berkontribusi pada banyak tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus. Desa pesisir yang mengelola terumbu karang, sampah, dan energi dalam satu sistem terpadu ini menjadi rujukan penting bagi desa-desa pantai lain yang ingin membangun kemandirian ekologis. [2][9]
| No SDGs | Penjelasan |
| SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi | PLTS Bondalem menggerakkan pompa sumur bor yang menyediakan air bersih bagi lebih dari 2.500 pelanggan, dengan penghematan biaya listrik 30 persen. Unit TPST juga menjaga sanitasi lingkungan desa dari pencemaran limbah rumah tangga. [3] |
| SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau | Instalasi PLTS yang menjadi pilot project di Kabupaten Buleleng membuktikan bahwa energi surya dapat memenuhi kebutuhan layanan publik desa secara mandiri dan berkelanjutan tanpa bergantung pada bahan bakar fosil. [8] |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | Bondalem Eco Dive dan unit pengelolaan sampah menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal sebagai pemandu selam, pengelola wisata, dan operator TPST, sekaligus mendorong pertumbuhan PADes dari sektor ekowisata dan daur ulang. [1] |
| SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab | TPST Bondalem memproses hingga tiga ton sampah per hari dengan mengubah limbah organik menjadi satu ton pupuk kompos per bulan dan menyalurkan limbah anorganik sebagai bahan konstruksi, mewujudkan prinsip ekonomi sirkular di tingkat desa. [2] |
| SDGs 14: Ekosistem Lautan | Program restorasi terumbu karang melalui Bondalem Eco Dive dan keikutsertaan desa dalam program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) secara langsung menjaga keanekaragaman hayati laut dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang sebelumnya rusak. [11] |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan | Kolaborasi antara BUMDes, Pokmaswas, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, IESR, serta komunitas penyelam lintas daerah menciptakan ekosistem kemitraan multipihak yang memperkuat daya tahan inovasi dalam jangka panjang. [10] |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model BUMDes Bondalem sangat layak direplikasi oleh desa-desa pesisir lain di Bali maupun seluruh Indonesia, terutama yang memiliki potensi terumbu karang, permasalahan sampah, dan kebutuhan air bersih yang belum terpecahkan. Kunci replikasinya sederhana: mulai dari gerakan konservasi yang digerakkan warga, bangun kelembagaan BUMDes sebagai payung usahanya, lalu kembangkan unit bisnis yang saling menopang secara ekologis. [1]
Untuk scale up, BUMDes Bondalem dapat memimpin pembentukan konsorsium pengelolaan air bersih dan sampah lintas desa di pesisir timur Buleleng, memperluas cakupan layanan PLTS ke desa-desa tetangga, serta mengembangkan kawasan daur ulang plastik skala regional. Dalam jangka panjang, Bondalem berpotensi menjadi pusat pelatihan dan percontohan desa ekologis pesisir untuk seluruh Nusantara, dengan BUMDes sebagai simpul pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman. [2][5]
Daftar Pustaka
[1] Redaksi, “ID 00809: BUMDes Bondalem Padukan Konservasi Bahari, Pengelolaan Sampah Terpadu, dan Energi Surya Menuju Kemandirian Pesisir Buleleng,” inovasi.web.id, 2 Mar. 2026. [Online]. Available: https://inovasi.web.id/bumdes-bondalem-padukan-konservasi-bahari-pengelolaan-sampah-terpadu-dan-energi-surya-menuju-kemandirian-pesisir-buleleng/
[2] Redaksi, “BUMDes Bondalem: Desa Lestari Pesisir Bali Utara,” kanaldesa.com, 18 Des. 2024. [Online]. Available: https://kanaldesa.com/artikel/bumdes-bondalem-desa-lestari-pesisir-bali-utara
[3] ANTARA, “Warga Bondalem Buleleng Nikmati Air Bersih dari Sumur Bor Tenaga Surya,” 22 Mei 2025. [Online]. Available: https://ramadhan.antaranews.com/video/4852665/warga-bondalem-buleleng-nikmati-air-bersih-dari-sumur-bor-tenaga-surya
[4] Desa Bondalem, “Sejarah Bondalem Eco Dive: Konservasi dan Wisata Bawah Laut,” bondalem-buleleng.desa.id, 21 Agt. 2024. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/396-SEJARAH-BONDALEM-ECO-DIVE–KONSERVASI-DAN-WISATA-BAWAH-LAUT
[5] IESR, “Air Bersih Desa Bondalem dari Sang Surya,” iesr.or.id, 26 Mei 2025. [Online]. Available: https://iesr.or.id/air-bersih-desa-bondalem-dari-sang-surya/
[6] Desa Bondalem, “Bondalem Eco Dive: BUMDes Bondalem Menuju Global,” bondalem-buleleng.desa.id, 20 Agt. 2024. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/397-BONDALEM-ECO-DIVE–BUMDES-BONDALEM-MENUJU-GLOBAL
[7] Desa Bondalem, “Mengenal Wisata Bahari Desa Bondalem,” bondalem-buleleng.desa.id, 17 Agt. 2025. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/612-Mengenal-Wisata-Bahari-Desa-Bondalem
[8] ANTARA Bali, “PLTS Bondalem Bantu Akses Air untuk 700 Keluarga,” bali.antaranews.com. [Online]. Available: https://bali.antaranews.com/berita/294265/plts-bondalem-bantu-akses-air-untuk-700-keluarga
[9] A. Wijaya et al., “Sinergi Berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana Antara Pecalang Segara dengan Entitas Sipil,” CTSS IPB University, 9 Feb. 2022. [Online]. Available: https://ctss.ipb.ac.id/2022/02/09/
[10] Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, “Audiensi Desa Bondalem Dorong Pengelolaan Konservasi Laut dan Wisata Bahari Buleleng Timur,” distankan.bulelengkab.go.id, 7 Jan. 2026. [Online]. Available: https://distankan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/berita/50_audiensi-desa-bondalem-dorong-pengelolaan-konservasi-laut-dan-wisata-bahari-buleleng-timur
[11] NusaBali, “50 Penyelam Terjunkan Struktur Terumbu Karang di Bondalem,” nusabali.com, 29 Nov. 2024. [Online]. Available: https://www.nusabali.com/berita/87066/50-penyelam-terjunkan-struktur-terumbu-karang-di-bondalem
[12] Bali Express, “Bondalem Kembangkan Konservasi Pesisir dan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas,” baliexpress.jawapos.com. [Online]. Available: https://baliexpress.jawapos.com/amp/bali/2604300007/bondalem-kembangkan-konservasi-pesisir-dan-pengelolaan-sampah-berbasis-komun/
[1] Redaksi, “ID 00809: BUMDes Bondalem Padukan Konservasi Bahari, Pengelolaan Sampah Terpadu, dan Energi Surya Menuju Kemandirian Pesisir Buleleng,” inovasi.web.id, 2 Mar. 2026. [Online]. Available: https://inovasi.web.id/bumdes-bondalem-padukan-konservasi-bahari-pengelolaan-sampah-terpadu-dan-energi-surya-menuju-kemandirian-pesisir-buleleng/
[2] Redaksi, “BUMDes Bondalem: Desa Lestari Pesisir Bali Utara,” kanaldesa.com, 18 Des. 2024. [Online]. Available: https://kanaldesa.com/artikel/bumdes-bondalem-desa-lestari-pesisir-bali-utara
[3] ANTARA, “Warga Bondalem Buleleng Nikmati Air Bersih dari Sumur Bor Tenaga Surya,” 22 Mei 2025. [Online]. Available: https://ramadhan.antaranews.com/video/4852665/warga-bondalem-buleleng-nikmati-air-bersih-dari-sumur-bor-tenaga-surya
[4] Desa Bondalem, “Sejarah Bondalem Eco Dive: Konservasi dan Wisata Bawah Laut,” bondalem-buleleng.desa.id, 21 Agt. 2024. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/396-SEJARAH-BONDALEM-ECO-DIVE–KONSERVASI-DAN-WISATA-BAWAH-LAUT
[5] IESR, “Air Bersih Desa Bondalem dari Sang Surya,” iesr.or.id, 26 Mei 2025. [Online]. Available: https://iesr.or.id/air-bersih-desa-bondalem-dari-sang-surya/
[6] Desa Bondalem, “Bondalem Eco Dive: BUMDes Bondalem Menuju Global,” bondalem-buleleng.desa.id, 20 Agt. 2024. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/397-BONDALEM-ECO-DIVE–BUMDES-BONDALEM-MENUJU-GLOBAL
[7] Desa Bondalem, “Mengenal Wisata Bahari Desa Bondalem,” bondalem-buleleng.desa.id, 17 Agt. 2025. [Online]. Available: https://bondalem-buleleng.desa.id/index.php/first/artikel/612-Mengenal-Wisata-Bahari-Desa-Bondalem
[8] ANTARA Bali, “PLTS Bondalem Bantu Akses Air untuk 700 Keluarga,” bali.antaranews.com. [Online]. Available: https://bali.antaranews.com/berita/294265/plts-bondalem-bantu-akses-air-untuk-700-keluarga
[9] A. Wijaya et al., “Sinergi Berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana Antara Pecalang Segara dengan Entitas Sipil,” CTSS IPB University, 9 Feb. 2022. [Online]. Available: https://ctss.ipb.ac.id/2022/02/09/
[10] Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, “Audiensi Desa Bondalem Dorong Pengelolaan Konservasi Laut dan Wisata Bahari Buleleng Timur,” distankan.bulelengkab.go.id, 7 Jan. 2026. [Online]. Available: https://distankan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/berita/50_audiensi-desa-bondalem-dorong-pengelolaan-konservasi-laut-dan-wisata-bahari-buleleng-timur
[11] NusaBali, “50 Penyelam Terjunkan Struktur Terumbu Karang di Bondalem,” nusabali.com, 29 Nov. 2024. [Online]. Available: https://www.nusabali.com/berita/87066/50-penyelam-terjunkan-struktur-terumbu-karang-di-bondalem
[12] Bali Express, “Bondalem Kembangkan Konservasi Pesisir dan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas,” baliexpress.jawapos.com. [Online]. Available: https://baliexpress.jawapos.com/amp/bali/2604300007/bondalem-kembangkan-konservasi-pesisir-dan-pengelolaan-sampah-berbasis-komun/