Ringkasan Inovasi
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu di Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, menyelenggarakan pasar murah yang menyediakan aneka kebutuhan pokok bersubsidi bagi warga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 [1]. KKMP Tukangkayu sendiri diresmikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 9 Desember 2025, dengan Imam Maskun sebagai Ketua [7]. Inisiatif pasar murah ini bertujuan meringankan beban pengeluaran warga di tengah lonjakan harga kebutuhan dapur menjelang hari raya [2]. Sekitar 100 kupon belanja bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Jawa Timur disediakan khusus bagi warga Kelurahan Tukangkayu, dan seluruhnya habis terjual dalam waktu singkat [7]. Selain menekan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, cabai, telur, dan minyak goreng, kegiatan ini juga menyediakan etalase bagi produk UMKM lokal, sehingga pelaku usaha kecil ikut memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang sama [3].
Latar Belakang
Memasuki bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri, konsumsi masyarakat biasanya meningkat signifikan dan memicu kelangkaan sejumlah komoditas [1]. Kondisi permintaan tinggi ini mengakibatkan lonjakan harga hampir seluruh bahan pokok kebutuhan dapur rumah tangga sehari-hari [3]. Lonjakan harga yang tidak terkendali membuat sebagian keluarga berpenghasilan rendah kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka secara memadai [2].
Para pelaku usaha mikro di sekitar Kelurahan Tukangkayu juga membutuhkan wadah pemasaran yang lebih luas untuk menjual hasil produksinya [4]. Mereka membutuhkan dukungan promosi agar produk mereka dapat bersaing dengan produk pabrikan yang lebih dikenal luas [5]. Kebutuhan ini sejalan dengan program nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang diluncurkan pemerintah pusat, dengan lebih dari 80.000 unit diresmikan sejak Juli 2025 dan puluhan ribu lokasi lain masih dalam tahap pembangunan [4].
Peluang inilah yang ditangkap KKMP Tukangkayu, koperasi yang diresmikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 9 Desember 2025, untuk mempertemukan kebutuhan warga akan sembako murah dengan kebutuhan pelaku usaha kecil akan ruang pemasaran [7]. Momentum Ramadan 2026 menjadi kesempatan pertama koperasi ini menguji kemampuannya menstabilkan harga sekaligus mempromosikan produk lokal dalam satu kegiatan [1].
Inovasi yang Diterapkan
Pengurus KKMP Tukangkayu menciptakan gerai pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok langsung dari pemasok utama, termasuk kerja sama dengan Bulog untuk beras SPHP dan beras premium seharga Rp50.000 hingga Rp70.000 per kemasan 5 kilogram [2]. Inovasi ini menyalurkan pasokan gula, beras, cabai, telur, dan minyak goreng dalam bentuk kupon antrean bersubsidi kepada warga setempat [6].
Model ini bekerja dengan memangkas sebagian mata rantai distribusi konvensional yang biasanya menambah biaya pada harga jual eceran di pasaran [4]. Penyelenggara juga menyisihkan stan dagang khusus bagi pelaku usaha rumahan untuk memamerkan produk olahan lokal, sejalan dengan seruan Menteri Koperasi agar UMKM berani memproduksi sendiri meski dalam skala sederhana dan menjualnya lewat gerai Koperasi Merah Putih [4]. Di luar kegiatan pasar murah, KKMP Tukangkayu juga mengembangkan gerai harian dengan harga grosir, layanan simpan pinjam mikro, apotek, dan klinik, yang membedakannya dari sekadar kegiatan bazar musiman [7].
Proses Penerapan Inovasi
Tahap persiapan dimulai ketika pengurus koperasi mendata jenis sembako pokok yang paling dibutuhkan warga kelurahan [3]. Panitia kemudian menggandeng distributor besar seperti Bulog untuk menjamin ketersediaan barang dengan harga lebih rendah dari pasar [4]. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Jawa Timur menyiapkan sekitar 100 kupon belanja bernomor urut khusus bagi warga Kelurahan Tukangkayu agar pembelian barang bersubsidi berjalan tertib [1].
Pada hari pelaksanaan, warga mengantre di sekitar halaman kantor koperasi untuk menukarkan kupon belanja mereka [6]. Sistem antrean manual yang disiapkan panitia sempat kewalahan menghadapi lonjakan pengunjung yang datang bersamaan dalam waktu singkat [6]. Kendala ini kemudian dikoreksi panitia dengan memberlakukan sistem pembagian waktu layanan per kelompok nomor kupon, penyesuaian sederhana yang menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggara pasar murah serupa: perencanaan alur antrean perlu memperhitungkan skenario lonjakan pengunjung sejak awal, bukan menunggu kendala muncul di lapangan [2].
Seluruh sekitar 100 kupon yang disediakan habis terjual dalam waktu operasional yang relatif singkat, menunjukkan bahwa perkiraan awal kebutuhan warga terhadap sembako bersubsidi cukup akurat, meski pada saat yang sama menegaskan bahwa jumlah kupon yang tersedia masih jauh dari mencukupi seluruh permintaan warga [4].
Tantangan, Kendala, dan Mitigasi
Tantangan utama penyelenggara adalah keterbatasan jatah alokasi kupon bersubsidi yang belum mampu memenuhi seluruh permintaan warga, mengingat hanya sekitar 100 kupon yang tersedia sementara peminat jauh lebih banyak [6]. Kendala ini untuk sementara dimitigasi dengan sistem kupon bernomor urut agar distribusi tetap adil dan tertib, sementara pengurus berencana menambah frekuensi kegiatan serupa di luar momen hari raya agar lebih banyak warga terlayani dari waktu ke waktu [2].
Sistem antrean manual yang kewalahan menghadapi lonjakan pengunjung menjadi kendala operasional pada pelaksanaan pertama, sebagaimana disebutkan pada bagian Proses Penerapan Inovasi. Panitia mengatasinya dengan menerapkan sistem pembagian waktu layanan per kelompok nomor kupon, sehingga antrean lebih terkendali pada penyelenggaraan berikutnya [6].
Cuaca terik di lokasi kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka sempat membuat sebagian pengunjung lanjut usia kelelahan saat mengantre. Panitia mengatasinya dengan segera mendistribusikan tenda peneduh dan memprioritaskan layanan bagi kelompok rentan, seperti lansia dan warga difabel, agar kegiatan tetap nyaman diikuti seluruh kalangan usia [6].
Faktor Penentu Keberhasilan
Faktor utama keberhasilan program ini adalah dukungan pasokan komoditas langsung dari distributor besar seperti Bulog tanpa melalui banyak perantara, sehingga harga jual dapat ditekan [4]. Dukungan kupon subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Jawa Timur turut membantu menurunkan harga jual eceran gula, telur, dan minyak goreng di lapangan [1].
Faktor kedua adalah keterlibatan pelaku usaha mikro yang memamerkan produk olahan lokal di sela kegiatan pasar murah, sejalan dengan dorongan Menteri Koperasi agar UMKM berani memproduksi sendiri dan menjual lewat gerai Koperasi Merah Putih [4]. Antusiasme warga, khususnya ibu rumah tangga, terhadap format belanja terpusat bersubsidi ini menunjukkan bahwa program ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat kelurahan [6].
Hasil dan Dampak Inovasi
Sebelum kegiatan ini digelar, warga Kelurahan Tukangkayu menghadapi lonjakan harga kebutuhan dapur menjelang hari raya tanpa opsi belanja bersubsidi di tingkat kelurahan. Setelah pasar murah diselenggarakan, warga dapat membeli beras SPHP dan beras premium seharga Rp50.000 hingga Rp70.000 per 5 kilogram beserta komoditas lain seperti cabai, telur, bawang merah, dan bawang putih dengan harga di bawah pasaran [1].
Secara kuantitatif, seluruh sekitar 100 kupon sembako bersubsidi yang disediakan panitia habis terjual dalam waktu operasional yang relatif singkat [2]. Para pelaku usaha mikro yang mendapat ruang pameran di acara ini turut merasakan peningkatan penjualan produk mereka selama kegiatan berlangsung [1].
Secara kualitatif, kegiatan pembagian sembako bersubsidi yang terpusat ini turut mempererat interaksi antarwarga kelurahan yang hadir bersamaan untuk berbelanja. KKMP Tukangkayu kini semakin dikenal sebagai salah satu model koperasi kelurahan yang menggabungkan fungsi stabilisasi harga dan pemberdayaan UMKM dalam satu kelembagaan [4].
Sumber Pendanaan dan Model Bisnis
Kupon belanja bersubsidi dalam kegiatan pasar murah ini didanai Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Jawa Timur, sementara pasokan komoditas diperoleh dari kerja sama langsung dengan Bulog dan distributor besar lain, sehingga harga jual bisa ditekan di bawah harga pasar tanpa membebani modal koperasi secara penuh [1], [4]. Di luar kegiatan pasar murah musiman, KKMP Tukangkayu juga menjalankan model bisnis harian berupa gerai sembako dengan harga grosir, layanan simpan pinjam mikro, apotek, dan klinik [7].
Model pendapatan koperasi turut ditopang kerja sama dengan perbankan, seperti promo cashback hingga 30 persen untuk transaksi QRIS, debit, atau EDC minimal Rp25.000 dari BTN, serta diskon hingga 50 persen dari BNI, yang mendorong perputaran transaksi harian di gerai koperasi [7]. Koperasi ini turut mengembangkan produksi mandiri berupa gula dan kopi bermerek “Tukangkayu”, langkah diversifikasi yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan di luar margin penjualan sembako subsidi semata.
Pelajaran yang Dipetik
Pengalaman KKMP Tukangkayu menunjukkan bahwa keputusan menggandeng distributor besar seperti Bulog sejak awal, alih-alih mengandalkan pasokan dari pengepul lokal semata, adalah keputusan kunci yang tepat untuk memastikan harga jual benar-benar lebih rendah dari pasaran. Keputusan menyediakan stan bagi pelaku usaha mikro di sela pasar murah juga terbukti efektif memperluas manfaat kegiatan di luar sekadar penjualan sembako subsidi.
Jika memulai dari awal, sistem antrean berbasis nomor kupon dengan pembagian waktu layanan per kelompok idealnya sudah dirancang sejak perencanaan awal, bukan menyusul setelah sistem manual pertama kewalahan menghadapi lonjakan pengunjung. Perencanaan kapasitas antrean yang matang sejak awal dapat mengurangi risiko kekecewaan warga yang datang namun tidak kebagian giliran layanan tepat waktu.
Bagi koperasi kelurahan atau desa lain yang ingin menerapkan pendekatan serupa, saran praktis terpenting adalah menjalin kerja sama langsung dengan distributor besar untuk menekan harga, menyiapkan sistem antrean berbasis kuota yang jelas sejak awal, dan menyediakan ruang bagi UMKM lokal agar kegiatan pasar murah tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Strategi Keberlanjutan Inovasi
Pengurus KKMP Tukangkayu merencanakan kegiatan pasar murah sebagai agenda berkala, tidak terbatas hanya pada momen hari raya, agar manfaatnya dapat dirasakan warga sepanjang tahun. Pengelola juga tengah menjajaki kolaborasi dengan kelompok tani di sekitar Banyuwangi agar ketersediaan bahan pangan segar untuk kegiatan berikutnya lebih terjamin [1].
Koperasi bersiap menerapkan sistem keanggotaan berbasis tabungan digital melalui aplikasi Jaga Desa untuk menyalurkan paket sembako murah secara lebih merata dan terdokumentasi, menggantikan sistem kupon kertas yang rawan penyalahgunaan [5]. Pengembangan gerai fisik harian di kompleks kantor koperasi, dilengkapi layanan simpan pinjam mikro, apotek, dan klinik, juga terus dikembangkan menuju operasional harian yang lebih stabil [4].
Mekanisme regenerasi kepemimpinan koperasi bertumpu pada struktur kepengurusan formal di bawah Ketua Imam Maskun yang tunduk pada mekanisme rapat anggota, sehingga keberlanjutan program pasar murah dan gerai harian tidak bergantung pada satu individu semata. Diversifikasi pendapatan melalui produksi mandiri gula dan kopi bermerek “Tukangkayu”, ditambah kerja sama promo dengan perbankan, menjadi strategi agar koperasi tidak bergantung sepenuhnya pada subsidi pemerintah provinsi untuk keberlangsungan operasionalnya.
Kontribusi Pencapaian SDGs
Program pasar murah dan etalase UMKM KKMP Tukangkayu berkontribusi pada lima Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang saling berkaitan, sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut.
| No SDGs | Penjelasan | Indikator |
| SDGs 1: Tanpa Kemiskinan | Akses sembako bersubsidi meringankan beban pengeluaran keluarga berpenghasilan rendah menjelang hari raya, saat harga kebutuhan pokok biasanya melonjak. | Selisih harga sembako subsidi dibanding harga pasar (mis. beras Rp50.000–70.000/5 kg) |
| SDGs 2: Tanpa Kelaparan | Operasi pasar murah pangan menjamin ketersediaan sembako yang lebih stabil bagi keluarga rentan pada masa lonjakan harga musiman. | Jumlah kupon sembako tersalurkan (~100 kupon habis terjual) |
| SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi | Penyediaan stan pameran bagi pelaku usaha mikro membantu pelaku bisnis kecil kelurahan memasarkan produk dan meningkatkan pendapatan. | Jumlah pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam etalase produk lokal |
| SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan | Kupon subsidi dari Pemprov Jawa Timur diarahkan khusus bagi warga Kelurahan Tukangkayu, memastikan kelompok yang paling membutuhkan memperoleh akses lebih dulu. | Jumlah warga penerima kupon subsidi yang tepat sasaran |
| SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan | Kolaborasi antara KKMP Tukangkayu, Bulog, Dinas Koperasi Jawa Timur, Kementerian Koperasi, dan mitra perbankan menciptakan model kemitraan multipihak dalam stabilisasi harga pangan. | Jumlah mitra aktif (Bulog, Pemprov Jatim, Kemenkop, bank mitra) |
Replikasi dan Scale Up Inovasi
Model pasar murah berbasis kupon subsidi dan kerja sama distributor besar ini relevan direplikasi oleh KKMP atau KDMP lain di Kabupaten Banyuwangi maupun daerah lain yang menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok musiman. Prasyarat minimum meliputi kesediaan koperasi menjalin kerja sama dengan distributor seperti Bulog, dukungan alokasi kupon subsidi dari pemerintah daerah, serta kapasitas panitia mengelola sistem antrean yang tertib.
Peningkatan skala dapat dicapai dengan menjadikan gerai koperasi kelurahan sebagai simpul distribusi bagi toko-toko kecil di sekitarnya, sejalan dengan skala nasional program Koperasi Merah Putih yang telah meresmikan lebih dari 80.000 unit sejak Juli 2025, dengan puluhan ribu lokasi lain masih dalam tahap pembangunan [4]. Integrasi rantai pasokan semacam ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan di tingkat kelurahan tanpa harus menunggu momen hari raya untuk menggelar kegiatan serupa.
Daftar Pustaka
[1] Radar Banyuwangi, “Stabilkan Harga, KMP Tukangkayu Banyuwangi Gelar Pasar Murah, Sediakan Aneka Kebutuhan Pokok,” radarbanyuwangi.jawapos.com, 6 Mar. 2026. [Online]. Tersedia: https://radarbanyuwangi.jawapos.com/ekonomi/757277505/stabilkan-harga-kmp-tukangkayu-banyuwangi-gelar-pasar-murah-sediakan-aneka-kebutuhan-pokok
[2] Detik Jatim, “Pasar Murah di KKMP Tukangkayu Banyuwangi Diserbu Warga,” detik.com, 5 Mar. 2026. [Online]. Tersedia: https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-8386812/pasar-murah-di-kkmp-tukangkayu-banyuwangi-diserbu-warga
[3] Suara Merdeka, “Pasar Murah di Tukangkayu Banyuwangi Sediakan Bahan Pokok Terjangkau bagi Warga,” suaramerdeka.com, 5 Mar. 2026. [Online]. Tersedia: https://www.suaramerdeka.com/nasional/0416823387/pasar-murah-di-tukangkayu-banyuwangi-sediakan-bahan-pokok-terjangkau-bagi-warga
[4] Antara News, “Kemenkop Dorong UMKM Banyuwangi Jual Produknya di Kopdes Merah Putih,” antaranews.com, 9 Des. 2025. [Online]. Tersedia: https://www.antaranews.com/berita/5295850/kemenkop-dorong-umkm-banyuwangi-jual-produknya-di-kopdes-merah-putih
[5] Kabar Rakyat, “Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan,” kabarrakyat.id, 9 Des. 2025. [Online]. Tersedia: https://kabarrakyat.id/menkop-launching-koperasi-merah-putih-tukangkayu-banyuwangi-jadi-model-penguatan-ekonomi-kelurahan
[6] Kompas, “Koperasi Desa Merah Putih Bagi-Bagi Kupon Sembako Murah, Ludes Diserbu Warga Banyuwangi,” surabaya.kompas.com, 5 Mar. 2026. [Online]. Tersedia: https://surabaya.kompas.com/read/2026/03/05/195104978/koperasi-desa-merah-putih-bagi-bagi-kupon-sembako-murah-ludes-diserbu-warga
[7] Warta Jatim, “KKMP Tukangkayu Resmi Diluncurkan, Koperasi Modern Banyuwangi dengan Harga Grosir dan Promo Bank Besar,” wartajatim.co.id. [Online]. Tersedia: https://www.wartajatim.co.id/jawa-timur/1932034336/kkmp-tukangkayu-resmi-diluncurkan-koperasi-modern-banyuwangi-dengan-harga-grosir-dan-promo-bank-besar